UMKM Izzul Jaya Berhasil Ekspor Keripik Pisang dari Lampung Ke Taiwan

Seorang Ibu dengan dua anak yang juga berprofesi blogger di www.ceritamamah.com dan Asesor bersertifikasi BNSP sebagai pendamping UMKM dan pelaksana Ekspor.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Shafira Adlina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada kabar menggembirakan dari Desa Daya Murni, Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Provinsi Lampung. Izzul Jaya salah satu UMKM yang memproduksi beberapa varian produk keripik berhasil melakukan ekspor produk keripik pisang ke Taiwan.
Pelepasan ekspor dilakukan oleh Eka Saputra, Kepala Bidang Perdagangan dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tulang Bawang Barat. Eka berharap dengan adanya ekspor keripik pisang dari Izzul Jaya ini akan dapat menjadi contoh yang baik bagi UMKM lain di Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Nurul Fitroh yang merupakan pemilik dari Izzul Jaya mengatakan bahwa ekspor keripik pisang ke Taiwan ini mulai dijajaki sejak bulan Juni 2021 setelah dirinya mengikuti Export Coaching Program (ECP) dari Balai Besar Pendidikan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI) Kementerian Perdagangan, bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung.
Melalui kegiatan ECP tersebut, wawasan Nurul terkait dengan ekspor produk UMKM mulai terbuka, khususnya dalam hal persyaratan.
“Ternyata tidak semua Negara memerlukan persyaratan yang rumit untuk produk-produk UMKM dari Indonesia, yang penting produk kita berkualitas dan diminati oleh importir di sana, nanti importirnya yang akan mengurus persyaratan impor di sana.” tambah Nurul.
Nurul menceritakan bahwa importir dari Taiwan ingin datang ke Indonesia agar dapat melihat potensi produk lain yang ada di Lampung untuk dijual di negaranya, sehingga importasi yang dilakukan akan semakin banyak volumenya. Namun, karena alasan pandemi belum memungkinkan mereka untuk berkunjung ke Indonesia.
Menurut Satria Dwi Saputra salah satu coach dari BBPPEI, keberhasilan Nurul Fitroh dapat menjadi tambahan semangat bagi peserta lain di ECP Lampung, khususnya bagi sesama produsen makanan ringan. Satria menambahkan bahwa kegiatan ECP di Provinsi Lampung sudah dilaksanakan empat tahap, dan masih ada empat tahap lagi yang akan dilaksanakan hingga akhir tahun 2021.
Semoga dengan berita ini para UMKM Indonesia bertambah semangat untuk melakukan ekspor ke luar negeri.
Semoga Bermanfaat.
