Konten dari Pengguna

Imam Ahmad dan Istigfar Penjual Roti

Cerita Santri

Cerita Santriverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Cerita Santri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi / pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi / pixabay

Imam Ahmad bin Hambal dikenal sebagai salah satu imam fiqih selain Imam Abu Hanifah, Imam Malik dan Imam Syafi’i. Suatu ketika disaat menjelang tua ia berjalan ke satu kota di Irak, meski saat itu tidak mempunyai janji dengan siapa pun di sana.

Tiba di kota tersebut saat waktu Isya. Ia lalu menuju masjid dan ikut berjamaah. Seusai salat dan jemaah sudah bubar ia pun merebahkan badan untuk beristirahat. Tiba-tiba marbot masjid datang dan menghampirinya dan bertanya, “Kenapa syaikh? Mau apa Anda di sini?”

Saat itu marbot masjid tidak menyadari bahwa ia adalah Imam Ahmad, seorang ulama besar dan ahli hadits yang hafal sejuta hadits.

“Saya ingin istirahat” ujar Imam Ahmad

“Tidak boleh. Anda tidak boleh tidur di masjid”

Lalu Ia pun menuju teras masjid dan saat hendak berbaring marbot masjid tadi kembali menghampiri lagi dan bertanya, “Mau ngapain lagi syaikh?”

“Mau tidur, saya musafir”

“tidak boleh, tidak boleh tidur di masjid” ujar marbot masjid tersebut sambil mendorong-dorong Imam Ahmad ke luar dari areal masjid.

Saat itulah penjual roti yang rumahnya bersebelahan dengan masjid melihat peristiwa tersebut. Saat itu ia sedang membuat adonan roti. Lalu ia menawarkan rumahnya sebagai tempat menginap.

Imam Ahmad pun menerima ajakan tersebut. Lalu ia masuk ke dalam rumahnya dan duduk di belakang penjual roti tersebut. Penjual roti ini unik. Ia akan menjawab jika Imam Ahmad mengajaknya berbicara. Jika tidak ia akan terus membuat adonan roti sambil melafalkan Istighfar.

Penjual roti ini selalu mengucapkan Astagfirullah dalam aktivitasnya. Saat meletakkan garam, memecahkan telur, mencampur gandum.

Imam Ahmad pun penasaran dan bertanya, "sudah berapa lama kamu lakukan ini?".

Orang itu menjawab "sudah lama sekali, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan"

Imam Ahmad bertanya : "Apa hasil dari perbuatanmu ini?"

Penjual roti tersebut menjawab, “Berkat istighfar ini tidak ada hajat yang saya minta, kecuali pasti dikabulkan Allah”. Ini sesuai dengan hadits Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

“Barangsiapa yang memperbanyak istighfar, Allah akan melapangkan kesusahannya, mengeluarkannya dari kesempitan dan memberinya rizki dari jalan yang tidak disangka-sangka.” (Hadis Riwayat Muslim)

kemudian penjual roti itu melanjutkan, “semua dikabulkan Allah kecuali satu, masih satu yang belum Allah kabulkan".

Imam Ahmad penasaran dan bertanya "apa itu?".

"saya minta kepada Allah supaya dipertemukan dengan imam Ahmad".

Seketika itu juga imam Ahmad bertakbir, "Allahu akbar, Allah telah mendatangkan saya jauh dari Baghdad pergi ke Bashrah dan bahkan sampai dilarang tidur di masjid itu karena Istigfarmu".

Penjual roti tersebut pun terperanjat ternyata orang tua yang ada di hadapannya adalah Imam Ahmad. Orang yang selama ini ingin diketemuinya.