Konten dari Pengguna

Kios Deret di Pasar Gamalama Sepi dan Terbengkalai

Tim cermat

Tim cermatverified-green

Cerita Maluku Utara Partner Kumparan 1001 Media Online

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tim cermat tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Amatan Cermat pada Senin 11 Februari 2019. Kios Deret di Pasar Gamalama terbengkalai. Foto: Adlun Fiqri
zoom-in-whitePerbesar
Amatan Cermat pada Senin 11 Februari 2019. Kios Deret di Pasar Gamalama terbengkalai. Foto: Adlun Fiqri

Asrianti tampak termangu di depan kiosnya, Senin siang (11/2). Pedagang emas itu, sejak pagi duduk menunggu pengunjung yang datang. Namun hingga siang, belum ada satupun dagangannya yang laku. Begitu pula dengan tiga rekan lainnya di Kios Deret, kawasan Terminal Gamalama, Ternate.

“Di sini sunyi sekali. Kucing pun takut lewat,” katanya sedikit tertawa.

Ibu dua anak tersebut telah 6 bulan menempati lokasi tersebut. Sebelumnya Asrianti berdagang di lantai 2 Pasar Barito lalu akhirnya dipindahkan ke Kios Deret. Asrianti mengaku pendapatannya menurun drastis.

“Dulu (di Pasar Barito) tiap hari ada saja pengunjung. Ada yang beli, tukar tambah, atau gadai. Sekarang, bahkan sampai sepuluh hari tidak ada yang laku,” katanya

IL ketika ditemui di kios derit yang ia sewa, di Pasar Gamalama Ternate. Senin, 11 Januari 2019. Foto: Adlun FIqri

IL, rekan pedagang lainnya membenarkan kesah Asrianti. IL bilang, sejak menempati kios tersebut baru 10 buah aksesorisnya yang laku terjual.

“Sisanya hanya jasa pembuatan batu cincin. Tapi itu beda jauh saat masih di Pasar Barito, ramai dan mudah dapat pelanggan. Di sini sunyi,” katanya.

Menurut Asrianti, keadaan ini bertolak belakang dengan janji Disperindag sebelum merelokasi mereka. Disperindag, kata Asrianti, berjanji akan memfungsikan seluruh Kios Deret.

“Dulu kami dijanjikan tempat ini akan ramai karena menjadi pusat aksesoris, emas, dan pengrajin batu. Tapi lihat saja sekarang,” katanya

Kios Deret di Pasar Gamalama Ternate yang dibangun sejak tahun 2017 itu nampak sunyi. Senin, 11 Februari 2019. Foto: Adlun Fiqri.

Amatan cermat, sepinya pengunjung lantaran lokasi Kios Deret yang jauh dari tempat ramai. Lokasi Kios Deret berada di belakang pusat jahit pakaian.

Dari 45 Kios Deret berukuran 1,5x2 meter itu, hanya 12 kios yang dibuka. Beberapa lainnya terbengkalai dan dalam kondisi rusak.

Para pedangang di Kios Deret Pasar Gamalama saat menunggu pembeli yang tak kunjung datang. Senin, 11 Februari 2019. Foto: Adlun Fiqri.

Kadis PUPR: Pembanguan Kios Deret Anggarannya 10 M

Rizval Budiyanto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate mengatakan, Kios Deret tersebut selesai dibangun pada tahun 2017.

“Itu anggarannya 10 Miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK),” kata Rizval saat ditemui di kantornya.

Ketika ditanya mengenai pengelolaan Kios Deret, Rizval bilang, itu tanggung jawabnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kota Ternate.

“Itu fungsi dan manajerialnya telah kami serahkan sepenuhnya kepada Disperindag setelah pembangunan,” kata dia.

Sementara Kepala Disperindag saat dikonfirmasi via pesan singkat, belum memberikan jawaban hingga sekarang.

Reporter: Adlun Fiqri

Editor : Faris Bobero