Warga Maluku Utara Mengungsi ke Tempat Tinggi usai Gempa 7,1 M

Cerita Maluku Utara Partner Kumparan 1001 Media Online
Tulisan dari Tim cermat tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Masyarakat Kelurahan Tafure, Kecamatan Ternate Utara, Ternate, Maluku Utara, panik saat dan setelah gempa berkekuatan 7,1 Magnitudo mengguncang, Senin (8/7). Amir Abdurrahim, warga setempat, bersama keluarganya langsung mengungsi ke dataran tinggi usai mendapat kabar peringatan dini tsunami melalui aplikasi pesan WhatsApp.
Sementara itu, Iksan (31), warga Kampung Makassar Barat, Ternate Tengah, mengatakan warga dan perawat di Rumah Sakit (RS) Dharma Ibu berhamburan keluar gedung saat gempa terjadi. Saat itu dia sedang menemani anaknya yang dirawat di rumah sakit yang berjarak kurang dari satu kilometer dari pantai tersebut.
"Semua orang berhamburan keluar gedung. Ada yang dari lantai 5 turun cepat," kata Iksan, Senin (8/7).
Berdasarkan pantauan cermat, sebagian warga sudah mengungsi ke pegunungan atau daerah yang lebih tinggi dengan membawa barang-barang yang diperlukan, seperti yang terlihat di Kelurahan Sasa dan Gambesi, Ternate Selatan. Sebagian mencari tempat yang aman di daerah Sasa Puncak, ada pula yang di pelataran Gedung Rektorat Universitas Khairun (Unkhair).
Sementara itu, warga Kelurahan Loto, Ternate Barat, mengungsi ke Gunung Gamalama. Lokasi warga kelurahan itu merupakan yang paling dekat dengan laut.
Diketahui gempa berkekuatan 7,1 Magnitudo mengguncang Maluku Utara dan Sulawesi Utara sekitar pukul 00.08 WIT, Senin (8/7). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini tsunami. Pusat gempa berada di laut dengan koordinat 0,50 LU-126,17 BT atau sekitar 133 kilometer arah barat daya Ternate.
