Kumparan Logo
Konten Media Partner

1 Mahasiswa Diduga Tertembak Peluru Gas Air Mata Saat Demo di Ternate

Cermatverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sugianto A. Hanafi saat terbaring di RSU Chasan Boesoirie. Bagian mata kirinya kena tembakan peluru gas air mata saat aksi di depan Kantor DPRD Kota Ternate pada Rabu siang (25/9/2019). Foto: Mahasiwa Unkhair
zoom-in-whitePerbesar
Sugianto A. Hanafi saat terbaring di RSU Chasan Boesoirie. Bagian mata kirinya kena tembakan peluru gas air mata saat aksi di depan Kantor DPRD Kota Ternate pada Rabu siang (25/9/2019). Foto: Mahasiwa Unkhair

Salah satu mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Maluku Utara, bernama Sugianto A. Hanafi mata kirinya tertembak peluru gas air mata hingga berdarah saat mengikuti demo tolak RUU KPK dan KUHP di depan kantor DPRD Kota Ternate pada Rabu (25/9/2019).

Rekan-rekan Sugianto yang melihat itu, pun langsung membawa korban ke RSU Chasan Boesoirie, untuk mendapat perawatan.

Para mahasiswa saat duduk di depan RSU Chasan Boesoirie, setelah mengantar Sugianto. Foto: Gustam Jambu/cermat

Menurut penuturan RU, seorang saksi, Sugianto berada di sisi selatan massa saat peristiwa terjadi. Beberapa saat usai terdengar bunyi tembakan, Sugianto roboh.

"(Sebelumnya) ada pelemparan batu, kami semua lari ke belakang. Pas sampai di bawah tebing, di situ ada bunyi tembakan. Pas saya balik ternyata dia (Sugianto) sudah terjatuh," kata RU, Rabu (25/9).

kumparan post embed

RU mengaku mendengar suara tembakan itu dari arah gedung DPRD Kota Ternate, yang berada lebih tinggi dari jalan aspal. RU bilang, Sugianto sempat bilang kepadanya kalau ia melihat seorang aparat mengarahkan pistol gas air mata ke arahnya.

Sementara itu, saksi yang lain, IF mengatakan, korban sempat bangkit dan berlari ke belakang, namun saat itu darah sudah bercucuran dari wajahnya.

IF mengaku, mendapati peluru gas air mata di dekat lokasi terjatuhnya Sugiono. Namun, peluru tersebut kini telah dibawa polisi.

Kapolres Ternate AKBP Azhari Juanda saat berbicara di tengah massa aksi di depan Gedung DPRD Kota Ternate. Foto: Gustam Jambu/cermat

Kapolres Ternate AKBP, Azhari Juanda, mengaku sudah mendapat laporan terkait kejadian tersebut. Ia menyebut, polisi akan segera melakukan penyidikan sesuai dengan fakta-fakta yang diperoleh.

"Kami akan cek, apakah peluru gas air mata ini peluru baru atau lama," kata AKBP Azhari Juanda. Ia melanjutkan, tak ada instruksi untuk melakukan penembakan. Meski demikian, penyidikan akan tetap dilakukan.

"Kami akan menindak jika terbukti anggota melakukan kesalahan," katanya.

Aksi demo yang dilakukan oleh mahasiswa dari berbagai kampus di Kota Ternate ini tak berlangsung lama. Pada pukul 14.30 WIT, setelah massa melakukan hearing terbuka yang dihadiri oleh Muhajirin Bailusy, Ketua DPRD Kota Ternate sementara, massa aksi langsung meninggalkan lokasi.

---

Rizal Syam