2 Pekan Air Bersih Tak Mengalir, Warga di Ternate Tahan Mobil Tangki PDAM
·waktu baca 2 menit

Warga Kelurahan Tanah Tinggi Barat RT 03 RW 04, Kota Ternate, Maluku Utara, pada Sabtu (19/6) mengamuk dan menghadang mobil PDAM yang hendak mengantar air di salah satu rumah anggota DPRD Kota Ternate.
Hal tersebut dilakukan warga lantaran air bersih selama 15 hari atau dua pekan lebih tidak lagi mengalir.
Salah satu warga, Hawania Wambes, mengaku sangat kesal karena air sudah dua minggu tidak mengalir. Hal itu membuat ia harus terus membeli air profil setiap dua hari sekali.
Apalagi saat ini diakuinya harga air profil yang semula dari harga Rp70.000 per tangki sudah naik menjadi Rp100.000 per tangki.
"Tong (kami) anak punya celana so (sudah) kotor, tiap hari mau beli air kah, mau beli anak pe popok kah. Kalau tara (tidak) bayar satu hari langsung kase (kasih) putus. Padahal di RT 06 dan RT 07, Lingkungan Jerbus mengalir," sesalnya.
Hawa bilang, jika Dirut PDAM tidak turun langsung, mobil tangki air tetap akan ditahan warga setempat, bahkan ia bersama warga lainnya mengancam akan melakukan aksi besar-besaran di kantor.
"Oto (mobil) tunggu sampai Dirut PDAM turun baru oto boleh jalan, kalau pejabat besar cepat dilayani, kalau tong warga telpon-telpon alasan banyak. Kan pejabat itu duduk karena tong yang tusuk," pungkasnya.
Menanggapi itu, Kepala Bagian Teknik PDAM Kota Ternate, Suharto Kaha, saat dikonfirmasi menyatakan, macetnya air disebabkan rusaknya sistem pada pompa air di Kelurahan Ngade. Alhasil, pelayanan air bersih tak dapat dilakukan secara merata.
"Sementara ada kerusakan di pompa air Kelurahan Ngade," tuturnya.
Suharto mengakui sudah dua pekan lebih warga dua kelurahan itu tak bisa dilayani. Sebab dua kelurahan tersebut terletak di dataran tinggi.
Saat ini, PDAM telah mencoba mendatangkan teknisi dari Jakarta.
"Besok bakal didatangkan tenaga teknisi dari Jakarta. Kita berharap secepatnya dapat diatasi," ujarnya.
Setelah kedatangan teknisi besok, sambungnya, dipastikan dua hari ke depan pompa yang rusak sudah dapat diperbaiki.
"Untuk penanganan air sendiri ini hanya dari Jambula. Segera setelah berfungsi kembali pompa airnya maka kelurahan-kelurahan itu sudah bisa dilayani kembali," tandasnya.
___
Yunita Kadir
