Kumparan Logo
Konten Media Partner

20 Tahun Menanti, Ini Pertama Kali Sepak Bola Malut Akan Berlaga di PON

Cermatverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim Sepak bola Maluku Utara usai mengikuti latihan fisik di Gelora Kie Raha, Ternate, Senin (17/5). Foto: Faris Bobero/cermat
zoom-in-whitePerbesar
Tim Sepak bola Maluku Utara usai mengikuti latihan fisik di Gelora Kie Raha, Ternate, Senin (17/5). Foto: Faris Bobero/cermat

Senin, 9 Desember 2019 adalah hari bersejarah bagi sepak bola Maluku Utara. Stadion Mandala Remaja Karang Panjang, Sirimau, Kota Ambon, menjadi saksi lolosnya Tim Sepak bola Maluku Utara ke ajang PON Papua.

Laga hidup mati Pra PON antara Maluku versus Maluku Utara untuk memperebutkan tiket ke Bumi Cendrawasih itu berlangsung dramatis dan menegangkan.

Kedua tim berada dalam satu grup dengan Papua Barat dan Maluku. Sebelumnya, baik Maluku maupun Maluku Utara sudah menekuk Papua Barat dengan skor yang sama: 2-1.

Pertandingan Maluku versus Maluku Utara pun berakhir imbang: 1-1. Sesuai dengan ketentuan khusus Pra PON penentuan juara grup, maka harus dilakukan melalui cara undian.

Hasil itu, membuat Tim Sepak bola Maluku Utara secara mengejutkan melangkah ke PON Papua yang akan digelar pada Oktober 2021 mendatang.

Tim Sepak bola Maluku Utara saat diarahkan pelatih Rahmat Rivali pada latihan fisik yang digelar di Gelora Kie Raha, Ternate, Senin (17/5). Foto: Faris Bobero/cermat

“Jadi dalam ketentuan itu, tidak ada pertambahan waktu dan adu pinalti. Langsung ke penarikan undian, alhamdulillah, kemudian saya ditunjuk bersama captain (mengambil undian), dan kita akhirnya lolos,” ucap Manajer Tim Sepak bola Maluku Utara, Nuryadin Rachman, Selasa (19/5).

Nuryadin bilang, sejak Pemerintah Provinsi Maluku Utara resmi terbentuk, ini kali pertama Tim Sepak bola Maluku Utara lolos ke ajang PON. Selama 20 tahun, tim selalu terhenti di pra kualifikasi.

Namun, publik Indonesia tentu tak kaget. Kendati ini kali pertama akan berlaga di PON, prestasi pemain Maluku Utara sudah tak diragukan lagi. Anak-anak dari Bumi Rempah ini selalu mengisi skuad inti sejumlah klub papan atas hingga Timnas Indonesia.

Kini, Tim Sepak bola Maluku Utara diasuh Rahmat ‘Poci’ Rivai, eks pemain yang sudah malang-melintang di klub-klub besar dan dipanggil beberapa kali memperkuat Timnas. Tim-tim seperti Persiter dan Persihaltim yang pernah diraciknya pun secara mengejutkan mengharumkan nama Maluku Utara di Piala Soeratin.

Tim Sepak bola Maluku Utara untuk PON XX Papua usai mengikuti latihan fisik di Gelora Kie Raha Ternate, Senin (17/5). Foto: Faris Bobero/cermat

Kali ini, kepercayaan tim semakin kuat, karena turut mendapat dukungan dari PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), yang menjadi sponsor tunggal.

“Tentu ini menjadi catatan baru bagi kita, mewakili pecinta bola Maluku Utara memberikan apresiasi kepada PT NHM yang tergabung dalam Indotan Grup karena sudah memberikan dukungan. Ini sejarah baru bagi Maluku Utara,” ungkap Nuryadin.

Saat ini, anak-anak asuh Rahmat Rivai sedang menjalani sejumlah tahapan untuk kesiapan tim.

“Sekarang torang (kami) lebih banyak fokus ke fisik dan stamina, daya tahan tubuh pemain, gizi, serta psikologi. Setelah itu, pemain sudah bisa dilatih satu tingkat lagi, dengan klub yang sejajar atau lebih tinggi lagi,” jelasnya.

Tim Sepak bola Maluku Utara saat mengikuti latihan fisik di Gelora Kie Raha, Ternate, Senin (17/5). Foto: Faris Bobero/cermat

Ia mengaku, usai mengikuti beberapa kali uji tanding dengan beberapa klub di daerah, permainan tim sudah cukup bagus. Selain ada penambahan pemain, pelatih juga telah menyiapkan skema maupun kerangka bermain.

“Uji tanding tiga kali selalu menang (skor) di atas empat hingga lima. Secara teknik individu sudah di atas rata-rata. Tinggal mengukur daya tahan tubuh pemain,” katanya.

Tahap selanjutnya, bidang perlengkapan juga sudah melakukan survei lokasi uji tanding di Jakarta, yang rencananya berlangsung pada awal Juli. Ada tiga lapangan yang sudah dipersiapkan.

“Tahapan kampus (di Jakarta) ini tinggal teknik dan taktikal. Mencari lawan tanding untuk mengukur kepercayaan diri, memotivasi permainan atau performa, dan mengukur tim untuk mengatasi tim-tim yang performa di atas kita,” pungkas Nuryadin.