35 Warga Gorontalo Dipindahkan ke Asrama Pramuka di Ternate

Hampir dua minggu 35 warga Gorontalo tidur beralaskan terpal seadanya, bahkan merayakan lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah di pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Maluku Utara, karena tak bisa mudik disebabkan ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di Gorontalo.
Namun, pada Senin Sore (25/5) 35 warga Gorontalo ini dipindahkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Maluku Utara (Malut) ke Gedung Pramuka di Kelurahan Gambesi, Ternate Selatan.
Hal ini dibernarkan oleh Mulyadi Tutupoho, Karo Humas Provinsi Malut. “Sekadar informasi. Warga Gorontalo yang sebelumnya ada di pelabuhan kini telah dipindahkan ke Gedung Pramuka di Gambesi, oleh Gugus Tugas Provinsi Malut,” ungkap Mulyadi.
Sementara itu, Karman B Yane (38 tahun) warga Gorontalo yang ikut dipindahkan itu, ketika dihubungi cermat, membenarkan. “Tadi jam 5 sore kami dipindahkan. Alhamdulillah tempat ini layak. Kami ada 35 orang warga Gorontalo dan 3 orang warga Ambon. Jadi total ada 38 orang,” ungkap Karman, ketika dihubungi cermat malam ini.
Karman bilang, yang ikut memindahkan mereka yakni dari Paguyuban Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKGI) Malut bersama Gugus Tugas Provinsi Malut.
Namun, Karman mengaku belum ada kepastian oleh Gubernur Gorontalo, kapan mereka bisa kembali ke Gorontalo.
“Saya dengar Gubernur Gorontalo sudah menghubungi Gubernur Malut, untuk kami ditempatkan di tepat yang layak. Makanya kami dipindahkan ke sini. Namun, belum ada kepastian kapan kami bisa pulang,” ungkap karman.
Sebelumnya, puluhan warga Gorontalo ini bekerja di tambang rakyat yang beda di Desa Kusubibi, Bacan Barat, Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara. Pada April kemarin, Bupati Halsel mengimbau kepada yang bukan warga Halsel, agar meninggalkan lokasi tambang tersebut, untuk mencegah wabah virus corona. Akibatnya, warga Gorontalo yang bekerja di lokasi tersebut harus pulang meski tambang tetap beroperasi untuk warga Halsel.
