Kumparan Logo
Konten Media Partner

Akses Laut di Maluku Utara Ditutup, Kapal Rute Jailolo-Manado Masih Beroperasi

Cermatverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelabuhan laut Jailolo. Foto: Zulfikar Saman/cermat
zoom-in-whitePerbesar
Pelabuhan laut Jailolo. Foto: Zulfikar Saman/cermat

Meski sudah ada instruksi Gubernur Maluku Utara tentang menutup sementara pintu masuk laut antar provinsi ke Maluku Utara namun, kapal rute Jailolo-Manado di pelabuhan Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara masih terus beroperasi.

Sebelumnya, Gubernur Maluku Utara (Malut) Abdul Gani Kasuba telah mengeluarkan instruksi lewat surat Nomor 4 tahun 2020 tertanggal 22 April 2020, untuk mengantisipasi dan menekan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Instruksi pertama adalah menutup sementara pintu masuk orang melalui jalur laut ke Malut, kecuali angkutan logistik.

Instruksi gubernur ini ditujukan kepada bupati, wali kota se Maluku Utara (Malut), ketua DPRD kabupaten/kota se Malut, KSOP Kelas II Ternate, KUPP se-Malut, Kepala BPTD wilayah XXIV Malut, Kepala Unit Pelayanan Bandara Sultan Babullah Ternate, Kepala UPBU se Malut dan operator angkutan laut penyeberangan.

Sementara itu, Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Jailolo Rahman Soamole ketika ditemui cermat mengatakan, bahwa pihaknya tidak punya kebijakan untuk menutup transportasi laut tanpa ada perintah dari pemerintah daerah.

Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Jailolo, Rahman Soamole. Foto: Zulfikar Saman/cermat

"Kami dari kantor UPP tidak bisa mengambil satu kebijakan untuk menutup akses transportasi laut, kami bisa mengambil kebijakan ketika pemerintah daerah punya aturan, tetapi selama itu belum ada, aktivitas terus dilakukan," kata Rahman kepada cermat saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (30/4).

Rahman bilang, banyak saran yang disampaikan oleh warga untuk menutup pelabuhan Jailolo. Namun ia mengaku, penutupan pelabuhan dilakukan tanpa ada perintah dari pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Halmahera Barat, Danny Missy.

"Ada masyarakat yang memberikan saran ke saya bahwa pelabuhan Jailolo harus ditutup, tetapi saya tidak bisa mendengarkan hal itu, saya harus mendengar pemerintah dalam hal ini Gubernur atau Bupati dan apabila itu, ada perintah secara lisan maupun tertulis dari Bupati maupun Gubernur untuk menutup pelabuhan kita akan jalankan," ujarnya.

Katanya, setiap kapal ada pembatasan penumpang 50 persen, sebagai tindak lanjut instruksi Gubernur, Abdul Gani Kasuba.

Kata dia, sebagian kapal penumpang seperti, KM Permata Obi juga dialihkan untuk memuatkan logistik.

"Dan itu tidak ada masalah, karena sangat menunjang ekonomi masyarakat," katanya

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak berkeliaran di area pelabuhan Jailolo dan mengikuti anjuran pemerintah untuk selalu tetap di rumah demi memutuskan mata rantai COVID-19.

"Saya meminta juga kepada masyarakat untuk tidak keluar masuk pelabuhan kalau memang tidak ada keperluan, alangkah baiknya di rumah, hal itu dilakukan membantu pemerintah memutuskan mata rantai virus corona," ujarnya.

---

Zulfikar Saman

----------------------------------------

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!