Didemo soal Kasus Dugaan Korupsi, Bupati Halmahera Utara Ancam Pukul Pendemo
·waktu baca 2 menit

Video berdurasi 22 detik viral di media sosial (WhatsApp), tampak Bupati Halmahera Utara, Frans Manery memarahi pendemo di depan Kantor Bupati.
Informasi yang diterima cermat, Bupati Frans rupanya memarahi pendemo yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Halmahera Utara saat melakukan unjuk rasa pada Rabu (22/2), terkait 4 kasus dugaan korupsi yang melibatkan pemerintah daerah.
4 kasus tersebut di antaranya, pertama, dugaan korupsi anggaran COVID-19 hasil refocusing di Pemda Halmahera Utara yang diketahui mencapai Rp 60 miliar, tapi baru terealisasi Rp 33 miliar lebih sampai akhir 2020.
Kedua, dugaan korupsi anggaran proyek pengembangan pariwisata yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) APBN tahun 2019 sebesar Rp 4,7 miliar yang melekat di Dispar Halmahera Utara.
Ketiga, dugaan korupsi SPPD fiktif senilai Rp 80 miliar tahun 2020-2021. Lalu keempat, dugaan kasus korupsi pembayaran gaji fiktif selama empat tahun, mulai dari tahun 2019 hingga 2022.
Unjuk rasa di depan Kantor Bupati Halmahera Utara itu juga tampak mendapat pengamanan ketat dari pihak kepolisian dan Satpol PP.
“Dia pe orang-orang pulang. Kase waktu 15 menit, kalo dong (mereka) tara pulang, cirako (pukul) pe dorang. Saya kase waktu 15 menit ngoni (mereka) bubar dari sini. Ngoni tara pulang tong cirako. Izin Pak Polisi, ana-ana kurang ajar, torang musti ajar," teriak Bupati 2 periode itu dalam video tersebut.
Kepala Dinas Kominfo San Halut, Raymond Batawi, ketika dikonfirmasi cermat mengenai penggalan video itu, Kamis (23/2), ia mengatakan seharusnya video tersebut dilihat dari awal.
"Itu penggalan video, harus lihat dari awal supaya tahu kronologinya," jelasnya.
Mantan Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Halmahera Utara ini bilang, kemarahan Bupati disebabkan karena saat Bupati sedang berbicara mereka matikan mic.
"Itu yang buat Bupati marah, seperti di video tadi. Padahal Pak Bupati awalnya mendatangi pendemo dengan sukacita, dengan harapan dapat merespons suara mereka," pungkasnya.
