Dikritik soal Parkiran Semrawut, Kadishub Ternate Salahkan Pedagang

Konten Media Partner
23 Maret 2023 9:17
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sejumlah kendaraan roda dua menumpuk di badan jalan, tepatnya di depan Pasar Higienis Bahari Berkesan Ternate. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah kendaraan roda dua menumpuk di badan jalan, tepatnya di depan Pasar Higienis Bahari Berkesan Ternate. Foto: Istimewa
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Ternate, Mochtar Hasyim, merasa risih dengan kritik dari sosiolog Herman Oesman.
Sebelumnya, Akademisi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara itu mengkritik semrawutnya parkiran di jalan depan Pasar Higienis Bahari Berkesan Ternate.
Mochtar yang dilantik sebagai Kadishub pada 11 Maret 2023, itu menyebut tudingan bahwa Dishub tidak profesional menata parkir adalah sesuatu yang tidak objektif dan terkesan menyudutkan.
"Yang ngoni (kalian) maksud torang (kami) tara (tidak) profesional, tara profesional dia pe apa?," tanya Mochtar dengan nada tinggi, Rabu (22/3).
Menurut Mochtar, yang perlu disoroti adalah alihfungsi dari ruang parkir saat ini. "Supaya pemberitaannya objektif," cetus Mochtar.
Ia bilang, saat ini lahan parkir di depan pasar telah ditempati pedagang. Itu membuat pengunjung terpaksa memarkir kendaraannya di badan jalan.
Sementara, kata Mochtar, Dishub tidak memiliki skema terkait masalah parkiran. "Kalau lahan parkir tidak ditempati pedagang, masalah ini tidak mungkin terjadi," katanya.
Ditanya soal koordinasi dengan Disperindag terkait penempatan pedagang, Mochtar malah mempermasalahkan kritik akademisi lewat pemberitaan media yang dinilai tak objektif.
"Saya tidak bicara sesama OPD, saya bicara ngoni pe pemberitaan yang dia pe kesan begitu. Maksudnya apa yang tara profesional? siapa?," ucap Mochtar.
Ia pun mengajak pihak yang mengkritik untuk melihat secara objektif kondisi di lapangan. Apalagi terminal tidak diperuntukkan menjadi kawasan parkiran.
Terminal, ditegaskan Mochtar, adalah tempat angkutan kota mengangkut dan menurunkan penumpang, sehingga bukan sebuah solusi mengatasi masalah penataan parkir kendaraan.
"Kalau semua kendaraan dikerahkan parkir di terminal, terus mobilisasi angkot kasi naik dan turun penumpang, bagaimana?" pungkasnya. (TS)
---
Erdian