Kumparan Logo
Konten Media Partner

Foto: Semrawut Pasar Higienis dan Rencana New Normal di Ternate

Cermatverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Puluhan lapak yang berada di area parkir Pasar Higienis Ternate. Foto: Rizal Syam/cermat
zoom-in-whitePerbesar
Puluhan lapak yang berada di area parkir Pasar Higienis Ternate. Foto: Rizal Syam/cermat

Penambahan jumlah kasus positif COVID-19 di Kota Ternate terus terjadi. Namun saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) terus berupaya mematangkan konsep new normal yang rencananya diterapkan pada 5 Juni 2020 nanti.

Berdasarkan data terbaru yang diterima cermat, per hari ini, Senin (1/6) jumlah kasus positif COVID-19 di Ternate menyentuh ratusan, lebih tepatnya sebanyak 106 kasus. Jumlah ini naik 7 kasus dibanding kemarin.

Sementara pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 17 orang. Pasien yang meninggal dunia 8 orang.

Data Perkembangan COVID-19 Maluku Utara pada Senin (01/6) mencatat jumlah Orang Tanpa Gejala, (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ADP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebagai berikut:

  • OTG: 242 orang

  • ODP: 23 orang

  • PDP: 15 orang

  • Pasien Positif COVID-19: 106 orang

  • Sembuh: 17 orang

  • Meninggal: 8 orang

Dari pantauan cermat di Pasar Higienis Ternate, tampak puluhan lapak penjual berjejer memenuhi area yang sebenarnya diperuntukkan bagi kendaraan. Puluhan pedagang itu rata-rata merupakan penjual bawang, cabai, tomat, dan sayur-sayuran.

Sri Maryati, salah satu pedagang yang berjualan di area tersebut mengaku sudah sejak Ramadhan ia menempati lokasi itu. Sebelumnya, lokasi tersebut digunakan oleh pedagang takjil, namun ketika pedagang takjil sudah tak lagi berjualan, ia memutuskan untuk memindahkan lapaknya yang semula berada di dekat pintu masuk gedung pasar ke area parkiran.

Tampak lapak-lapak tersebut memenuhi area parkir Pasar Higienis Ternate, tanpa adanya protokol kesehatan. Foto: Rizal Syam/cermat

“Sebenarnya sih tra (tidak) boleh, cuma mungkin karena pandemi jadi tidak terlalu masalah,” katanya, Senin (1/6).

Saat itu Sri menggunakan masker lengkap dengan kacamata. Ia mengaku itu dilakukan sebagai langkah antisipasi.

Menurut informasi yang diterima Sri, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate berencana melakukan penataan terhadap lapak-lapak tersebut. Penataan itu dimaksud agar di antara setiap lapak memiliki jarak satu meter.

“Katanya mau ada penataan. Mungkin besok atau lusa,” ungkapnya.

Tak cuma pedagang sayuran, tampak pula pedagang barang kebutuhan rumah tangga yang menggelar lapak mereka di parkiran Pasar Higienis Ternate. Foto: Rizal Syam/cermat

Sebelumnya, upaya penataan dengan memberikan jarak antara lapak itu sudah pernah dilakukan oleh Disperindag pada bulan Ramadhan lalu, namun sayangnya kondisi seperti itu tak bertahan lama. Para pedagang kembali merapatkan lapak mereka.

Cermat sudah berusaha menghubungi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ternate, Hasyim Yusuf, hanya saja tidak direspon.