Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kakak Kandung Rahima, Casis Pengganti Posisi Sulastri: Adik Saya Tidak Salah

Cermatverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jamil Ikbal Hanafi. Foto: IG Jamilhanafii
zoom-in-whitePerbesar
Jamil Ikbal Hanafi. Foto: IG Jamilhanafii

Jamil Ikbal Hanafi, kakak kandung dari Rahima Melani Hanafi, casis peringkat 4 dalam rekrutmen Diktuk Bintara Polri Gelombang II Tahun Anggaran 2022, angkat bicara soal masalah Sulastri Irwan yang viral di media sosial Instagram.

Sejumlah postingan di instastory Instagram berkaitan dengan permasalahan tersebut dan ramai dibagikan warganet.

Rahima Melani Hanafi diketahui menggantikan posisi Sulastri Irwan, yang telah dinyatakan lulus pantukhir dan kembali digugurkan karena faktor usia.

Jamil menilai, dalam masalah tersebut, kuasa hukum dari Sulastri Irwan terkesan menyerang adiknya. Padahal mestinya, kata ia, masalah ini ditujukkan ke Panitia SDM Polda Maluku Utara.

“Jangan membawa nama adik saya. Di sini adik saya tidak tahu apa-apa. Karena adik saya hanya dihubungi panitia untuk mengikuti sidang. Itu pun yang ikut peringkat 4, adik saya, dan peringkat 5,” jelas Jamil, Sabtu (12/11).

Jamil menambahkan, apa salahnya jika peringkat ke-3 bermasalah, dan Polda Maluku Utara memanggil casis peringkat ke-4 untuk menggantikan orang yang bermasalah.

“Adik saya tidak lulus, tetapi peringkat 4. Karena peringkat 3 terindikasi bermasalah, umurnya sudah lewat, sehingga adik saya dipanggil lagi,” akuinya.

Jamil tak terima dengan nama lengkap adiknya yang disebut-sebut di media massa. Bagi ia akan mengganggu karier adiknya, karena masyarakat beranggapan adiknya akan selalu membuat kecurangan.

“Akan orang beranggapan adik saya tetap melakukan curang. Setelah nama adik saya mencuat, saya tidak bisa diam. Saya hanya bersihkan nama adik saya,” tegasnya.

Jika Sulastri disebut sebagai petani tidak bisa jadi polisi, ia bilang apa bedanya dengan adiknya yang seorang anak yatim. Bahkan ibunya hanya penjual kue, sehingga saat ini ia menjadi tulang punggung keluarga menggantikan posisi ayahnya.

“Ayah kami sudah meninggal, ibu saya hanya IRT yang buat kue di pasar, dan sekarang saya yang menjadi tulang punggung keluarga. Jika bicara soal status, mungkin kita sama,” tambahnya.

Jamil mengakui ada keluarganya di kepolisian, sehingga disangkutpautkan dengan adiknya yang terpilih menggantikan posisi Sulastri. Tetapi bagi ia tuduhan atas adiknya yang dibantu tidak mendasar, karena banyak keluarganya yang mengikuti seleksi tapi Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

“Tidak mendasar, Kalau bisa dibantu, kenapa adik saya harus peringkat 4, kan kalau dibantu bisa saja peringkat 1,” terangnya.

Jamil berharap Polda Maluku Utara melakukan konferensi pers, menghadirkan keduanya dan memberikan klarifikasi tentang permasalahan saat ini. Karena menurutnya, hanya Polda yang bisa menjelaskan soal ini.

“Saya support, jika adik saya tidak dapat juga tidak apa-apa, asalkan yang peringkat 3 ini memang murni lulus, dan umurnya memang pas, karena permasalahan ini cuma di umur,” pungkasnya.