Konten Media Partner

Kapolres Tidore Keberatan dengan Sikap Wakil Wali Kota

2 September 2022 21:36 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kantor Polres Tidore. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kantor Polres Tidore. Foto: Istimewa
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Kasus penganiayaan terhadap redaktur cermat, Nurkholis Lamaau, bergulir di Polres Kota Tidore Kepulauan.
ADVERTISEMENT
Ini setelah Ary, ponakan Wakil Wali Kota Tidore Muhammad Sinen, memukul Nurkholis pada Rabu (31/8). Aksi kekerasan tersebut setelah Nurkholis menulis opini berjudul "Hirup Debu Batubara Dapat Pahala".
Tulisan satire itu mengulas pernyataan Muhammad Sinen lewat video siaran langsung facebook saat pembukaan turnamen domino di RT 05 Kelurahan Rum Balibunga, Tidore Utara.
Namun, perlakuan yang dialami Nurkholis kembali terulang di ruang SPKT Polres Tidore pada Kamis (1/9), ketika terduga pelaku bersama ayahnya dan Wakil Wali Kota Muhammad Sinen tiba di kantor polisi.
Nurkholis yang sementara dimintai keterangan oleh penyidik tiba-tiba didekati oleh Wakil Wali Kota Tidore kepulauan, Muhammad Sinen lalu meramas wajah Nurkholis, dan diduga sembari mengancam.
Sejumlah polisi yang hadir menyaksikan, lalu melerai. Insiden tersebut pun sampai di telinga Kapolres Tidore, AKBP Setyo Agus Hermawan.
ADVERTISEMENT
Kepada cermat, Setyo mengatakan saat terjadi keributan, anggota langsung mengamankan Muhammad Sinen keluar dari ruangan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Secara pribadi maupun jabatan, saya juga merasa keberatan atas tindakan yang dilakukan oleh saudara Muhammad Sinen," ungkap Setyo kepada cermat, Jumat (2/9).
Setyo mengaku sudah menkonfirmasi Muhammad Sinen. "Yang bersangkutan meminta maaf atas tindakannya. Namun permintaan maaf itu diminta dilakukan secara terbuka pada hari Senin," katanya.
Selain Muhammad Sinen, Setyo juga mengaku sudah menghubungi Wali Kota Tidore Ali Ibrahim atas tindakan Wakil Wali Kota di kantor kepolisian.
"Jadi pada prinsipnya, saya merasa keberatan atas tindakan Muhammad Sinen yang marah-marah di kantor Polres," ungkapnya.
Ia menjelaskan, di depan hukum tidak mengenal pejabat atau bukan, siapapun yang membuat laporan akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.
ADVERTISEMENT
Terpisah, Wakil Wali Kota Muhammad Sinen, mengatakan informasi yang beredar di luar itu simpang siur. Kejadian ini ada penyebabnya sehingga ponakannya datang di rumah Nurkholis.
Masalah ini, kata Muhammad Sinen, bukan masalah pemberitaan. Tapi ada masalah lain, yakni opini Nurkholis yang dimuat di beranda Facebook dan itu sudah dihapus.
"Jadi saya datangi dia bicara bae-bae (baik-baik). Saya bilang, bikiapa kong bikin barang bagini (kenapa kamu berbuat seperti ini), kamu itu kan wartawan, terus dia bilang maaf Pak Wakil itu opini. Wartawan kan tidak bisa buat opini begitu, sedangkan opini itu menyudutkan saya secara pribadi," ucapnya lewat sambungan telepon.
Ia menegaskan, masalah ini diserahkan ke Nurkholis, apakah tetap berlanjut atau ada tindakan kemanusiaan yang diutamakan. "Jadi nanti hari Senin saya akan buat hak jawab," pungkasnya.
ADVERTISEMENT