Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kebun Sayur-sayuran Instagramable di Ternate Berlatarkan Pulau Hiri

Cermatverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kebun hortikultura atau sayur-sayuran di Kelurahan Takome, Ternate Barat, Ternate, Maluku Utara, sering dikunjungi dan menjadi spot foto dengan latar Pulau Hiri Foto: Rizal Syam/cermat
zoom-in-whitePerbesar
Kebun hortikultura atau sayur-sayuran di Kelurahan Takome, Ternate Barat, Ternate, Maluku Utara, sering dikunjungi dan menjadi spot foto dengan latar Pulau Hiri Foto: Rizal Syam/cermat

Sejak dua tahun terakhir, kebun hortikultura atau sayur-sayuran yang dikelola Rahmat Toniku (56 tahun), petani asal Kelurahan Takome, Ternate Barat, Ternate, Maluku Utara, sering dikunjungi dan menjadi spot foto.

Seperti kebun umumnya, sejumlah tanaman bulanan, tomat, bawang, kangkung, bayam, hingga pepaya memenuhi area lahan tersebut. Namun, yang membuat lokasi ini kerap dijadikan lokasi foto karena memiliki pemandangan Pulau Hiri serta laut luas yang eksotis.

“Sudah dua tahun saya buat ini. Awalnya saya tanam saja, tidak pernah berpikir kalau tempat ini akan viral,” ujar Rahmat, saat ditemui kru cermat di lokasi kebunnya, Sabtu (5/10).

Rahmat mengaku, banyak yang datang ke tempat ini karena tertarik dengan kombinasi bayam merah dan hijau yang ia tanam di atas bedeng.

“Jadi saat itu dari Dinas Pertanian datang, terus mereka foto, ada yang panen, tidak lama setelah itu langsung banyak orang tanya-tanya lokasi ini di mana,” katanya.

Lokasi ini memang di bawah kontrol Dinas Pertanian Kota Ternate melalui Kelompok Bina Karya, yang berisi sekitar 15 orang. Masing-masing menanam di lahan mereka sendiri, yang juga tidak jauh dari lokasi yang dikelola Rahmat.

“Ini saya teman punya lahan, terus saya minta izin untuk menanam di sini, akhirnya dia mau,” ucapnya.

Kebun hortikultura atau sayur-sayuran di Kelurahan Takome, Ternate Barat, Ternate, Maluku Utara sering dikunjungi dan menjadi spot foto. Foto: Rizal Syam/cermat

Lahan ini tidak terlalu luas. Diperkirakan dari bahu jalan utama hingga ke area kebun sekira setengah hektare. Itu pun berbeda dengan lahan umumnya yang mempunyai permukaan tanah yang datar.

Area ini terdapat tebing pada setiap sisinya. Hanya sedikit sekali luas lahan datar untuk tanaman seperti bayam. Tanah yang menebing itu, tampak berjejer tanaman tomat. Ada juga di bagian bawah lahan yang meninggi itu, ditanami pepaya.

Sementara di tengahnya, berdiri rumah kebun kecil beratapkan rumbia. Tampak sekitar tiga perempuan paruh baya duduk di atas panggung rumah. Para perempuan ini juga tergabung dalam kelompok binaan yang kerap membantu Rahmat.

“Meski masing-masing punya tanaman sendiri. Anggota kelompok sering baku bantu kalau saat menanam dan tiba masa panen,” ungkapnya.

Ia bilang, alasan memilih tanaman hortikultura karena penghasilan dari usaha ini bisa dirasakan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Padahal, rata-rata hasil pertanian di Ternate berasal dari komoditas tahunan, seperti pala dan cengkih.

“Selain penghasilan, juga terkait lahan. Jadi dengan menanam ini pun sudah bisa mencukupi,” lanjutnya.

Tanaman tomat di kebun hortikultura di Kelurahan Takome, Ternate Barat Foto: Rajif Duchlun/cermat

Lokasi ini sendiri tidak hanya didatangi warga Ternate saja. Rahmat mengaku, sejak kebunnya mulai dikenal dan menjadi spot foto, banyak wisatawan yang berkunjung. Ia ingat, pernah ada dari pihak Kementerian Pertanian yang juga mengunjungi kebun ini.

Ada juga beberapa mahasiswa yang datang bertanya-tanya seputar pengalaman bertaninya. Padahal, ia sendiri mantan pekerja bangunan.

“Saya itu dulu tukang bangunan. Tapi saya belajar dan akhirnya bisa punya ilmu menanam. Buka kebun itu harus ada ilmunya, tidak sembarang,” ujarnya, sembari menjelaskan sedikit cara menanam tomat.

---

Rajif Duchlun