Kesultanan Ternate Laksanakan Salat Idul Adha 9 Juli
ยทwaktu baca 2 menit

Kesultanan Ternate resmi menetapkan pelaksanaan salat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1443 Hijriyah jatuh pada Sabtu, (9/7).
Jo Qalem Kesultanan Ternate Hidayatussalam Syehan mengatakan, dalam hisab dan rukyat kali ini, 1 Dzulhijjah jatuh pada Kamis, (30/6).
"Maka 10 Dzulhijjah jatuh pada Sabtu, 9 Juli," terang Imam Besar Kesultanan Ternate tersebut kepada cermat, Kamis (7/7).
Ia menjelaskan, dalam konteks Idul Adha, Kesultanan Ternate berpatokan pada kalender hisabiyah rukyat yang sudah disusun berabad-abad lamanya.
Terakhir, skema hisabiyah rukyat ditulis 300 tahun lalu oleh Mufti Besar Kesultanan Ternate, Habib Muhammad Bin Abdurrahman Albaar bersama Joguru Tuljuddah.
"Itu di zaman Sultan Haji Muhammad Usman pada 1902. Lalu dilanjutkan oleh Mufti Habib Hasyim bin Muhammad Albaar," jelasnya.
Menurutnya, hampir rata-rata 4 kesultanan yakni Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan, punya asas yang sama. "Mengacu pada wukuf di arafah," ucapnya.
Hidayatussalam pun mengaku baru kali ini terjadi perbedaan keputusan pemerintah antara wukuf di arafah dengan hisab secara umum.
Kendati demikian, Hidayatussalam menegaskan bahwa pihaknya tidak menyalahkannya. "Kami sangat menghargai keputusan pemerintah," tegasnya.
Ia menilai, mungkin ada tim hisabiyah yang dipercayakan pemerintah dengan metode baru, sehingga menghasilkan rukyat yang berbeda secara umum.
"Sebagai Qadhi Kesultanan, saya imbau seluruh masyarakat adat Ternate agar tidak menjadikan perbedaan ini sebagai perpecahan," pesannya.
Bagi Hidayatussalam, perbedaan adalah sunnatullah yang harus diterima. "Ini adalah wujud moderasi beragama," katanya.
"Kita tidak mengklaim paling benar. Dan perbedaan waktu salat Idul Adha ini tidak mengurangi loyalitas Kesultanan Ternate terhadap NKRI," pungkasnya.
