kumparan
2 Sep 2019 21:06 WIB

Komunitas Reptil Turut Meriahkan ICCF 2019

Pengunjung ICCF 2019 saat berfoto bersama hewan reptil biawak. Foto: Rizal Syam/cermat
Hari ini, Senin (2/9) gelaran Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2019 resmi dibuka di Ternate. Ada 100 komunitas yang ambil bagian dalam festival yang dilangsungkan di Benteng Oranje ini. Salah satunya adalah Maluku Reptil Community.
ADVERTISEMENT
Suasana di sisi sebelah utara benteng Oranje tampak ramai. Beberapa pengunjung memasang ekspresi yang berbeda-beda. Ada yang penasaran ada pula yang ketakutan. Pasalnya, di situ terdapat booth dari komunitas reptil Maluku.
Fitrah Albara, ketua komunitas tersebut mengatakan, keikutsertaan mereka dalam ICCF 2019 ini karena ingin mengenalkan hewan reptil kepada masyarakat. Terutama hewan reptil yang merupakan endemik Ternate.
“Reptil ini termasuk hewan-hewan yang belum familiar. Karena di sini, ketika ada orang yang menemukan reptile biasanya langsung dibunuh,” kata Fitrah. “Kalau di kota-kota lain kan banyak sudah memelihara.”
Selain itu, kata dia, ada beberapa kesalahan informasi dalam masyarakat menyangkut hewan-hewan reptil. Seperti misalnya Kadal Lidah Biru (Panana axanthic) atau masyarakat Ternate menyebutnya Ngase. Hewan tersebut, lanjut Fitrah, dianggap berbisa oleh masyarakat, namun sebenarnya tak berbisa.
ADVERTISEMENT
“Jadi banyak kurang pengetahuan di masyarakat, mana yang berbisa mana yang tidak, mana yang berbahaya mana yang tidak,” kata dia.
Seorang pengunjung berpose dengan seekor biawak. Foto: Rizal Syam/cermat
Fitrah bilang, di booth tersebut hanya memamerkan hewan-hewan reptil yang berasal dari Maluku Utara. Alasannya, Maluku Utara memiliki banyak sekali reptil. “Ada banyak yang endemic. Namun kalau saya datangkan semuanya ke sini pasti tidak muat,” katanya.
Dalam booth tersebut terdapat hewan reptil seperti ular patola tresi, biawak melinus (Varanus melinus), Kadal Lidah Biru dan masih banyak lagi. Bagi masyarakat Ternate yang penasaran dengan reptil, dipersilahkan mampir ke booth milik Maluku Reptil Community.
Terkait gelaran ICCF, Fitrah mengganggap kegiatan ini sebagai sesuatu hal yang positif. Di sini ia bisa bertemu dengan berbagai komunitas. Bahkan, kata dia, karena ICCF ia jadi tahu bahwa di Ternate juga terdapat komunitas pecinta hewan lain, seperti Berang-berang.
ADVERTISEMENT
“Kalau bisa kegiatan seperti ini terus dilakukan setiap tahunnya, agar komunitas di Ternate bisa berkumpul dan saling kenal satu sama lain,” tukasnya.
---
Rizal Syam
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan