Kunjungi Maluku Utara, Komisi VIII DPR RI Pastikan Bansos Tepat Sasaran

Sentra Wasana Bahagia sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial (Kemensos) di Ternate, Maluku Utara, menerima kunjungan empat anggota Komisi VIII DPR RI, pada Senin (21/2).
Empat wakil rakyat itu, yakni Samsu Niang, Hj. Idah Syahidah Rusli Habibie, Wastam, dan H. Muhammad Rizal, yang didampingi Sekretaris Jenderal Kemensos, Harry Hikmat.
Kunjungan Anggota Komisi VIII dalam rangka reses Masa Sidang I itu, mengecek secara langsung proses pencairan bantuan sosial. Selain turut menyerahkan bantuan, empat wakil rakyat itu juga dapat berdialog langsung dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Dalam kesempatan itu, kepada cermat, Harry Hikmat mengatakan, bantuan yang disalurkan tersebut adalah sebesar Rp 29.693.563.000, yang diserahkan ke 562 orang, yakni dari kelompok lansia, disabilitas, tuna sosial, dan anak.
“Bantuan ini total Rp 707.313.000, yang terbagi terdiri dari program kewirausahaan sosial (Prokus) sebesar Rp 225.920.000, bantuan untuk anak yatim, piatu, dan yatim-piatu (Yapi) Rp 42.300.000, serta bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) sebesar Rp 420.093.000,” papar Harry.
Bantuan yang disalurkan itu, tambah Harry, antara lain berupa susu untuk lansia, beras, vitamin, masker, hand sanitizer, nutrisi, sarung, pakaian, kursi roda, bantuan pengembangan usaha, alat bantu dengar, bantuan kesehatan, dan tongkat aksesibilitas.
“Bantuan ini merupakan hasil kontribusi dari Loka Minaula Kendari, Loka Meohai Kendari, Sentra Wasana Bahagia Ternate, Sentra Nipotowe Palu, Sentra Tumou Tou Manado, dan Sentra Wirajaya Makassar,” katanya.
Ketua Tim Reses, Samsu Niang, dalam kesempatan tersebut mengaku, kehadiran pihaknya secara khusus untuk memperkuat implementasi kebijakan penanganan kemiskinan. Salah satu kegiatannya adalah mengecek langsung pencairan bantuan sosial dan penyerahan bantuan untuk kelompok rentan.
“Kami sudah mengecek ke lapangan. Dan hasilnya, bantuan tepat sasaran. Ini tidak lepas dari keberhasilan kepemimpinan Ibu Mensos Tri Rismaharini, beserta jajaran dan para pendamping. Kami apresiasi untuk Bu Mensos dan jajaran,” kata Samsu.
Sementara, Rusna Kasim (68), salah satu penerima bantuan untuk disabilitas, mengaku berterima kasih kepada kementerian sosial, karena lumpu 25 tahun, baru kali ini ia menerima bantuan pemerintah. Sebelumnya, ia punya kursi roda tapi sudah rusak, sehingga hanya bisa terbaring tak bisa ke mana-mana.
“Saya sangat berterima kasih, karena ini sangat membantu. Ini saya terima bantuan satu kursi roda dan uang Rp 1.750.000,” katanya.
Hal yang sama diakui Sofyan Syeh Abubakar (45), penerima bantuan yang lain, baru kali pertama menerima bantuan dari pemerintah. Karena itu, ia mengaku sangat terbantu, terutama untuk ia dan keluarganya. (GHALIM)
