Kumparan Logo
Konten Media Partner

Luhut Minta PT IWIP dan Pemda Halteng Segera Bangun Sekolah Politeknik

Cermatverified-green

·waktu baca 3 menit

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Luhut Binsar Panjaitan, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI saat memberikan sambutan ketika berkunjung ke PT. Indonesia Weda Bay Industril Park di halmahera Tengah. Selasa, 22 Juni 2021. Foto: Faris Bobero/cermat
zoom-in-whitePerbesar
Luhut Binsar Panjaitan, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI saat memberikan sambutan ketika berkunjung ke PT. Indonesia Weda Bay Industril Park di halmahera Tengah. Selasa, 22 Juni 2021. Foto: Faris Bobero/cermat

Luhut Binsar Panjaitan, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI meminta, PT. Indonesia Weda Bay Industril Park (IWIP) dengan Pemerintah Halmahera Tengah, Maluku Utara, segera membangun sekolah Politeknik untuk menyiapkan SDM putra daerah, yang akan bekerja.

Selain itu, kata Luhut, kehadiran PT IWIP telah memberikan dampak ekonomi yang positif untuk daerah bahkan Indonesia.

“Sebelumnya, kurang lebih tiga tahun yang lalu saya ke sini. Sekarang investasinya (PT IWIP) sudah sejauh ini--mencapai 11 miliar dolar. Nanti akan lebih. Saya juga meminta PT IWIP membantu meningkatkan kualitas pendidikan di sini seperti yang terjadi di Morowali,” ujar Luhut, ketika berkunjung ke PT IWIP pada Selasa, (22/06).

Luhut bersama tiga menteri lainnya yaknu Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, juga Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan A. Djalil. Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba, Bupati Halmahera Tengah Edi Langkara, dan Vice President PT IWIP Kevin He juga hadir di hadir dalam ruangan di bandara Cekel PT IWIP saat kunjungan menteri pada Selasa, 22 Juni 2021. Foto: Faris Bobero/cermat

“Nanti anak-anak lokal kita bisa menikmati pendidikan yang berkualitas. Saya kira untuk tempat praktik sudah bagus nanti tinggal sekolahnya dibangun, karena sudah ada model di Morowali. Ini sudah harus (segera) jalan, semuanya distribusi trategis ini, terutama untuk politeknik, nanti untuk anak-anak di sekitar pabrik itu suatu ketika menggantikan pegawai-pegawai penting yang ada di sini (PT IWIP),” tambah Luhut.

Luhut tak sendiri, ia datang bersama tiga menteri lainnya yaknu Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, juga Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan A. Djalil.

Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu juga berkunjung ke Control room smelter PT IWIP. di sana, Luhut memperhatikan beberapa karyawan lokal yang sedang bekerja, Selasa, 22 Juni 2021. Foto: Faris Bobero/cermat

Kunjungan Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu ke Kawasan IWIP ini disambut juga oleh Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba, Bupati Halmahera Tengah Edi Langkara, dan Vice President PT IWIP Kevin He.

Para menteri ini juga berkunjung ke beberapa lokasi di Kawasan industri PT IWIP seperti smelter, pembangkit listrik tenaga Uap (PLTU), dan Pelabuhan.

Saat meninjau control room smelter, Luhut terkesan karena terdapat banyak karyawan yang merupakan warga lokal.

Luhut bilang, di sini, ada sekira 23 ribu tenaga kerja, dari total itu, ada 5 ribu tenaga kerja asing. Nantinya, kata Luhut, penyerapan tenaga kerja bahkan akan bertambah dua kali lipat.

“Pada tahun 2024,jika pembangan sudah pada turunan litium baterai, saya kira jumlah pegawai akan hampir dua kali lipat dari itu. Sementara penduduk daerah hanya 70 ribu,” ungkapnya.

Ia melihat, pertumbuhan ekonomi di timur, kedepannya sangat besar sebab, tidak hanya di Halmahera Tengah, ada perusahan juga di Halmahera Selatan di pulau Obi, juga Halmahera Timur.

Luhut: PT IWIP Banyak Menanam Pohon

Luhut juga meminta pihak PT IWIP banyak menanam pohon, bahkan memperhatikan mangrove. “PT IWIP, nanti bekerjasama dengan pemda Halteng. Agar yang nantinya tanggugjawab program menanam pohon itu ada di pemerintah setempat,” ujarnya.

Suasana control room PLTU PT IWIP saat dikunjungi para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, Selasa, 22 Juni 2021. Foto: Faris Bobero/cermat

Selain itu, ia berharap, PT IWIP bisa bekerjasama dengan pengusaha lokal untuk distribusi bahan sembako ke perusahaan, seperti penyediaan telur ayam dan lainnya. Hal ini, untuk saling membantu perekonomian di daerah.

“Jadi pihak perusahaan bekerjasama dengan pengusaha lokal. Namun, pengusaha ini harus punya kualitas. Jangan sampai diambil tapi tidak punya kualitas yang baik,” ujarnya.

Semantara itu, Bupati Halmahera Tengah Edi Langkara mengatakan, pihaknya dengan PT IWIP sudah bekerjasama untuk komitmen membangun Sekolah Politeknik Industri Weda.

“Saat ini, kami sudah menyediakan lahan seluas 30 hektar. Dari luas itu, 10 hektare sudah ada sertifikat. Selain itu, kita akan bekerja sama dengan beberapa dosen dari Universitas di Ternate, tenaga daerah dan PT IWIP,” ungkap Edi.

Selain itu, Edi bilang, terkait dengan perekrutan tenaga kerja di PT IWIP, katanya, pihak pemerintah sangat terbuka untuk semua daerah. Sebab, kebutuhan tenaga kerja di IWIP sangat banyak. Bahkan lebih dari jumlah penduduk di Halmahera Tengah.

“Jadi kalau dibilang ada 20 ribu lebih (tenaga kerja saat ini), warga Halteng kurang lebih 6 ribu (jumlah penduduk), tidak sampai 10 ribu. Artinya ini pemerintah membuka diri untuk seluruh, spesial khusus warga Maluku Utara,” kata Edi. (ADV)