Kumparan Logo
Konten Media Partner

Makanan Rempah di Ternate Diabadikan dalam Buku The Heart of the Spice Forest

Cermatverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peluncuran buku The Heart of the Spice Forest di Indus Restaurant Ubud Bali. Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Peluncuran buku The Heart of the Spice Forest di Indus Restaurant Ubud Bali. Foto: Istimewa

Buku The Heart of the Spice Forest resmi dilaunching dalam acara Ubud Food Festival 2022 di Indus Restaurant Ubud Bali, Sabtu (25/6).

Peluncuran buku tersebut turut dihadiri oleh ketua Komunitas Cengkeh Afo and Gamalama Spices Community, Jauhar Arif dan Sekretaris CAGS, Norma Badu. Juga Mantan Konjen Australia untuk Indonesia, Richard Matthew, yang hadir dan membeli buku itu.

Buku yang ditulis dalam tiga bahasa, Inggris, Indonesia dan bahasa Ternate ini mengulas tentang sejarah, budaya kuno dan makanan Komunitas Rempah Cengkeh Afo dan Gamalama, sebuah komunitas indigenous yang tinggal di hutan rempah tertua di dunia, Ternate.

Penulis buku, Kris Syamsudin dan Michelle Prasad saat berdiskusi dengan peserta peluncuran buku. Foto: Istimewa

Buku itu diproduksi di tengah pandemi COVID-19, ketika perubahan iklim dan bencana global terus mengancam sistem pangan, kemajuan ekonomi, dan kesetaraan sosial.

Pada saat peluncuran, para audiences mengharapkan buku itu dapat memberikan motivasi dan memacu pariwisata berbasis masyarakat untuk maju dan tumbuh menjadi destinasi yang bersaing secara global.

Buku karya Kris Syamsudin dan Michelle Prasad ini juga diharapkan dapat menjadi platform yang baik untuk memacu pemberdayaan perempuan di seluruh destinasi di Indonesia.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Event Kemenparekraf RI, Rizky Handayani, mengapresiasi dan menyampaikan selamat kepada masyarakat Ternate atas kehadiran buku tersebut.

Kris Syamsudin, salah satu penulis buku dengan Rizky Handayani, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Event Kemenparekraf RI. Foto: Istimewa

“Khususnya konsep pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang dengan 'cantik' penggabungan antara experience dan authenticity,” katanya.

Sejumlah resep menu makanan dari CAGS juga dibahas dalam buku ini, seperti Kerapu Merah Rempah Kenari, Ayam Organik Rimo Rempah, Sayur Lilin Tuna Asap Rempah, Singkong Ngo, Dabu-Dabu Ikan Tore, dan Teh Rempah.

Buku ini dijual seharga Rp300.000 per exemplar, dan seluruh hasil penjualannya akan diserahkan untuk komunitas CAGS bagi pengembangan aktivitas mereka di lapangan dan sebagai biaya pemeliharaan lokasi.

Pihak CAGS pun mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia Perwakilan Maluku dan Wali Kota Ternate yang telah membantu memfasilitasi CAGS dalam peluncuran buku ini.

CAGS juga berterima kasih kepada University of Sunshine Coast di Australia, Universitas Khairun, dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, yang telah mendukung CAGS selama proses pembuatan buku ini.