Kumparan Logo
Konten Media Partner

Melihat Pameran Produk Lokal Maluku Utara di Expo Segitiga Emas 2021

Cermatverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kesyati, pengelola Ne Gam Macahaya di Kota Ternate. Foto: Rian/JMG-cermat
zoom-in-whitePerbesar
Kesyati, pengelola Ne Gam Macahaya di Kota Ternate. Foto: Rian/JMG-cermat

Expo Segitiga Emas tahun 2021 yang dilaksanakan di Atrium Jatiland Mall, Kota Ternate, Maluku Utara, pada Kamis (9/12), menampilkan beragam produk lokal berbahan dasar rempah-rempah.

Pantauan cermat, sekitar sepuluh UMKM turut memamerkan produk lokalnya di masing-masing stan. Kegiatan ini, akan berlangsung mulai 9 hingga 12 Desember 2021.

Kesyati, pengelola produk Ne Gam Macahaya di Ternate, mengatakan, kehadiran produk lokal yang mereka pamerkan merupakan upaya membangkitkan kuliner yang menjadi ciri khas daerah.

Produk olahan pisang dari Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara. Foto: Rian/JMG-cermat

"Ada sekitar 8 produk yang saya bawa. Sebenarnya masih banyak sih. Kita juga nanti empat hari di acara ini," kata Kesyati, saat ditemui Kru cermat.

Produk pertama Kesyati adalah Sari Buah Pala yang yang dibuatnya sejak 2019. Jumlah produksi UMKM itu pun bertambah dan kini tersedia dalam kemasan botol.

"Saat ini produk saya sudah dipasarkan di berbagai toko, seperti di Dua Sekawan, Muara Mall, dan Alfa Mart," ungkapnya.

Selama mengembangkan produk lokal di Kota Ternate, ia mengaku sudah menerima bantuan dari pemerintah kota berupa alat produksi.

"Memang pemerintah sudah kasih bantuan alat, itu baru pada tahun 2021 ini," ujarnya.

Nurjana, pengelola Mayana Ecoprint saat memperlihatkan produk sepatu yang terbuat dari kulit sapi. Foto: Rian/JMG-cermat

Selain kuliner yang difermentasi dari bahan rempah-rempah, terdapat juga beragam kerajinan tangan di Expo Segitiga Emas 2021 yang sudah digelar sejak 2016.

Pengelola Mayana Ecoprint, di Kelurahan Kalumpang, Kota Ternate, yakni Nurjana, juga turut mempromosikan produk busananya.

"Jadi memang kerajinan ini sudah saya mulai dari 2019. Produk ini juga pernah mewakili Indonesia Timur dan meraih juara 2 tingkat Nasional lokal hero," katanya.

Ia menyebut, sejumlah produknya, mempunyai bahan dasar dari kulit sapi.

"Misalnya sepatu ini, itu bahannya terbuat dari kulit sapi yang asli," jelas Nurjana.

Kopi Dabe Tidore

Kopi dabe, merupakan olahan minuman berbahan dasar rempah yang dibuat oleh orang muda Tidore. Ramuan ini mulai diracik oleh Siti Rahayu (31), pada tahun 2016, usai dirinya lulus kuliah di Bogor.

"Setelah saya lulus, kemudian mulai racik kopi ini. Bahannya dari bubuk kopi, jahe, kayu manis, dan cengkeh yang saya ambil di pegunungan di Tidore," ujarnya.

Salah satu produk lokal khas Maluku Utara, Kopi Jahe Rempah, yang dipamerkan. Foto: Rian/JMG-cermat

Menurutnya, diberi nama kopi dabe karena sesuai penyebutan orang Tidore, kata 'dabe' memiliki arti 'masak langsung'.

Kendati demikian, ia mengaku usaha kopi dabe yang dikelolanya belum mendapat bantuan dari pemerintah.

"Ini usaha pribadi. Jadi belum ada bantuan dari pemerintah. Kita mengelolanya secara mandiri," ujarnya. Ia pun berharap agar produk lokal Maluku Utara tidak kalah saing dengan produk di daerah lain.

------

Rian Hidayat Husni