Kumparan Logo
Konten Media Partner

Melihat Tradisi 'Mahodo Safar se Oho Robo-Robo' di Ternate

Cermatverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Prosesi mandi safar atau mahodo safar di Ternate. Foto: Rajif Duchlun/cermat
zoom-in-whitePerbesar
Prosesi mandi safar atau mahodo safar di Ternate. Foto: Rajif Duchlun/cermat

Tradisi mandi safar dan makan bersama atau yang dikenal warga Ternate dengan sebutan Mahodo Safar se Oho Robo-Robo kembali digelar oleh Keluarga Malamo Ternate (Karamat) di pesisir Kelurahan Dufa-Dufa, Ternate Utara, Ternate, Maluku Utara, Rabu (23/10).

Sejak pukul 08.00 WIT warga sudah berkumpul, mengikuti prosesi tersebut yang dimulai dengan pembacaan doa oleh beberapa tetua. Tampak empat guci besar berisi air berada tepat di sisi tenda ritual.

Warga antusias mengikuti prosesi mahodo safar. Foto: Rajif Duchlun/cermat

Sementara sejumlah meja panjang yang ditaruh di beberapa bagian sudah dihidangkan makanan yang akan disantap bersama-sama usai mengikuti prosesi mandi.

Sehabis pembacaan doa, dilanjutkan dengan penyampaian sambutan oleh pihak penyelenggara. Setelah itu, pengarah kegiatan mengarahkan warga mendekat ke sisi guci. Empat tetua kemudian berdiri di samping guci dan mengambil air di dalamnya. Para tetua itu lalu menyirami puluhan warga yang sudah menanti untuk dibasahi.

Sambutan dari Presidium Madapolo Keramat, M Ronny Saleh. Foto: Rajif Duchlun/cermat

Prosesi mandi itu sontak diikuti oleh warga lain, dari anak kecil hingga para orang tua di lokasi kegiatan. Mereka ikut berbarengan mengambil air di dalam guci tersebut dan membasahi orang-orang di sekitar.

Presidium Madapolo Karamat, Muhammad Ronny Saleh, kepada cermat, mengatakan kegiatan Mahodo Safar se Oho Robo-Robo ini merupakan tradisi yang sudah sejak lama ada di Ternate. Biasanya dilakukan pada Rabu terakhir di bulan Safar berdasarkan kalender Hijriah.

Anak-anak hingga orang tua tampak menunggu dibasahi menggunakan air dari guci. Foto: Rajif Duchlun/cermat

“Tapi ini bukan syariat Islam, ini tradisi orang Ternate, bahkan ada beberapa daerah juga yang melakukan,” ujar Ronny.

Ronny bilang, tujuan dari dibuatnya kegiatan ini untuk menghidupkan kembali ritual yang pernah dilakukan para tetua dulu.

“Mungkin sudah perkembangan zaman, sehingga sudah ditinggalkan, untuk itu kami Keramat hadir dengan moto sigodiho doka susira (mengembalikan seperti yang dulu) untuk kita mengembalikan nilai-nilai kultur,” tuturnya.

Anak-anak tampak antusias mengikuti kegiatan mahodo safar. Foto: Rajif Duchlun/cermat

Selain itu, kata Ronny, digelarnya kegiatan ini juga untuk merekatkan hubungan warga serta dijauhkan dari bencana alam dan penyakit. “Dan ini kita juga membersihkan jiwa kita, lahir batin kita, sehingga bulan-bulan ke depan kita beraktivitas dengan niat dan hati yang bersih,” jelas Kapita Alfiris Kesultanan Ternate ini.

Ia menambahkan, Mahodo Safar se Oho Robo-Robo ini tentu bisa dilakukan di kelurahan lain. Tahun depan, ia berharap, pemerintah Kota Ternate memberi perhatian dan mendukung dengan melibatkan lebih banyak lagi warga Ternate.

Kepala Bidang Sejarah dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Ternate, Rinto Taib, saat diberikan kesempatan menyampaikan sambutan, menyebut kegiatan ini berpeluang dibuat lebih besar lagi kalau melibatkan banyak pihak. “Melibatkan komunitas dan warga lebih luas bisa jadi seperti acara-acara budaya di daerah lain,” ungkap Rinto.

Setelah mandi, dilanjutkan dengan makan bersama. Foto: Rajif Duchlun/cermat

Kegiatan ini, diakui Rinto tergolong dalam 10 objek pemajuan kebudayaan seperti yang disebutkan dalam UU Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

“Kalau bicara kebudayaan itu ada ritus, ada pengetahuan tradisional, ada juga tentang tradisi lisan. Nah, ini termasuk ritus dan pengetahuan tradisional, karena ada nilai-niai yang bisa kita belajar,” ucapnya.

“Ini berpeluang dikembangkan menjadi kegiatan yang besar di tahun depan, tinggal dibangun komunikasi dengan baik dan dipersiapkan segala konsep dan pranata kelembagaan yang diperlukan,” tambahnya.

Tampak kegiatan ini juga dihadiri sejumah pejabat Ternate, di antaranya Kepala Kemenag Kota Ternate, Haji Adam Ma’rus, dan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Sukarjan Hirto.