Kumparan Logo
Konten Media Partner

Mendulang Rezeki di Lokasi Wisata Pantai di Ternate

Cermatverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warung makan terapung milik pedagang di lokasi wisata pantai Jikomalamo Ternate. Foto: Rizal Syam/cermat
zoom-in-whitePerbesar
Warung makan terapung milik pedagang di lokasi wisata pantai Jikomalamo Ternate. Foto: Rizal Syam/cermat

Minggu ini, suasana lebaran Idul Fitri 1400 H masih terasa, juga seperti liburan terakhir sebab esok, Senin sudah mulai aktivitas perkantoran dan lainnya. Bagi pedagang di lokasi wisata pantai, ini adalah momen berharga untuk mendulang rezeki dari ramainya kunjungan.

Kasman Hi. Umar misalnya, pria paruh baya yang mempunyai sebuah rumah makan di bibir pantai Jikomalamo, Ternate, Maluku Utara ini mengaku senang dengan banyaknya kunjungan di salah-satu destinasi wisata unggulan di Ternate itu.

Ramainya pengunjung saat makan di warung terapung di lokasi Wisata Pantai Jikomalamo. Foto: Rizal Syam/cermat

Berbeda dengan pantai Sulamadaha yang baru ramai pada hari kedua lebaran, menurut Kasman, ramainya pengunjung di Jikomalamo sudah terjadi pada hari H Idul Fitri.

“Pas lebaran terus sorenya itu sudah ramai,” ucap Kasman ketika ditemui cermat, Minggu (09/6). Pada hari biasa, Kasman bisa mendulang rejeki sekitar Rp1 juta, sementara pada libur lebaran kali ini naik hingga dua kali lipat, “sekitar Rp2juta lebih dalam sehari,” ungkapnya.

Beberapa pengunjung saat berswafoto di lokasi wisata Pantai Jikomalao. Foto: Rizal Syam/cermat

Tak cuma Kasman, Fajri yang merupakan anak sulung dari Kasman juga merasakan hal serupa. Fajri memiliki warung makan sendiri. Bahkan sebelum Kasman membuka warung makan di lokasi wisata ini, Fajri sudah terlebih dahulu membukanya.

Meskipun ramai dikunjungi, baik dalam momen liburan lebaran maupun bukan, lokasi wisata pantai Jikomalamo masih saja dikelola oleh pihak swasta, dan belum ditangani oleh pihak pemerintah darah.

pengunjung berfoto di lokasi Wisata Pantai Jikomalamo dengan latar Pulau Hiri. Foto: RIzal Syam/cermat

Fajri mengaku, para pedangang yang berada di lokasi wisata pantai Jikomalamo tidak dikenakan pajak dari pemerintah maupun iuran. “Ya soalnya kita posisinya kan di atas air, jadi kan tidak ada yang punya,” katanya.

Pembangunan rumah-rumah makan ini pun dilakukan secara mandiri oleh para pedagang. Ramainya pengunjung di pantai Jikomalamo juga diakui oleh Harjan, salah-satu petugas parkir di kawasan wisata tersebut.

“Memang biasanya kalau habis lebaran tu di sini pasti ramai,” kata Harjan saat ditemui cermat ketika tengah mengawasi kendaraan yang terparkir.

Hal itu, lanjut Harjan, bisa dilihat dari pendapatan parkir yang mengalami peningkatan. Pada hari biasa, Harjan dan kawan-kawan mengaku hanya bisa menghasilkan pendapatan sebanyak Rp200 ribu hingga Rp400 ribu. Sementara dalam waktu kurang dari satu minggu ini, pendapatan parkir sudah mencapai Rp2juta.

Hasil tersebut, kata Harjan, kemudian diserahkan kepada Adam Marsaoly, seorang pengusaha di Ternate yang mengelola wisata Pantai Jikomalamo.

---

Rizal Syam