Kumparan Logo
Konten Media Partner

Minim Perhatian, Warga Pulau Makeang Patungan Perbaiki Jalan Kecamatan

Cermatverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi jalan di Kecamatan Pulau Makeang, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Foto: Fardi M. Nur/cermat
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi jalan di Kecamatan Pulau Makeang, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Foto: Fardi M. Nur/cermat

Warga Kecamatan Pulau Makeang, Halmahera Selatan, Maluku Utara, memperbaiki jalan secara swadaya, lantaran jalan tersebut belum mendapat perhatian dari pemerintah daerah Halmahera Selatan.

Pantauan cermat, Sabtu (14/3) di Pulau Makeang, sepanjang kecamatan ini, akses jalannya memang belum diperbaiki.

Staf Kecamatan Pulau Makeang, Munadir Hamid, kepada cermat, mengatakan, jalan di Pulau Makeang memang banyak yang berlubang. Itulah yang membuat warga beberapa desa di Pulau Makeang saling patungan untuk membeli semen agar menutup jalan berlubang tersebut.

“Jalan ini kiranya pernah diperbaiki pada 2013, akan tetapi sampai sekarang, tidak ada lagi yang memperbaiki jalan di kecamatan kami ini. Palingan hanya janji dari kandidat bupati yang datang, tapi itu hanya janji saja,” ungkap Munadir.

Pihaknya berharap, pemerintah daerah harus memberikan perhatian lebih terhadap akses jalan di Pulau Makeang. “Jalan itu menjadi hal yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Makeang, jadi coba sering-seringlah melihat daerah kami,” ucapnya.

Senada, seorang warga Kecamatan Pulau Makeang, yang meminta namanya hanya ditulis inisial SK, mengatakan, mereka memang hanya membutuhkan dua hal, yakni akses jalan dan ketersediaan air bersih.

“Kami tidak perlu janji-janji politik, yang penting bukti nyata, kami sudah lama menghadapi situasi jalan seperti ini, karena tahun ini momen politik, kami sebagai masyarakat Pulau Makeang tidak perlu dengar bicara banyak dari kandidat, kami butuh nyata,” ujar SK, sembari menambahkan, bahwa air yang mereka pakai selama ini hanya ditampung dalam bendungan, lalu dialiri ke rumah-rumah warga dengan biaya Rp20.000 per bulan.

---

Reporter magang cermat: Fardi M. Nur