Kumparan Logo
Konten Media Partner

Oleh-oleh Khas Ternate: Aksesori dari Bangkai Pesawat Perang Dunia II

Cermatverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Taerani Kari, penjual aksesori berbahan besi bupith generasi pertama di Kota Ternate, Maluku Utara. (Foto: Rizal Syam/cermat)
zoom-in-whitePerbesar
Taerani Kari, penjual aksesori berbahan besi bupith generasi pertama di Kota Ternate, Maluku Utara. (Foto: Rizal Syam/cermat)

Buah tangan atau oleh-oleh biasanya menjadi salah satu hal yang tidak bisa diabaikan saat berwisata. Hampir di setiap daerah memiliki berbagai macam oleh-oleh khas, salah satunya Ternate, Maluku Utara.

Salah satu oleh-oleh yang paling banyak 'diburu' di Ternate ialah aksesori yang terbuat dari besi putih yang berasal dari bangkai pesawat Perang Dunia II di Morotai.

Arpaiyah (50) menjadi salah satu penjual aksesori dari pusat perbelanjaan aksesori besi putihdi Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah, Ternate. Dia tampak menunggu pembeli saat Cermat menemuinya pada Sabtu sore (23/3). Di belakang Arpaiyah, ada berbagai jenis aksesori tergantung: dari gelang, kalung, hingga cincin.

Pusat perbelanjaan aksesori besih putih di Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara. (Foto: Rizal Syam/cermat)

“Iya, semua dari besi putih,” kata perempuan yang biasa disapa Mama Iyah itu.

Arpaiyah tak sendiri. Di lorong pasar sepanjang sekitar 20 meter itu terdapat 50-an pedagang aksesori berbahan besi putih dari bekas pesawat Perang Dunia II.

Meski sudah berjualan sejak 2011, Arpaiyah terhitung sebagai pedagang baru di pasar itu. Seba,b pusat oleh-oleh besi putih itu diperkirakan sudah ada sejak puluhan tahun silam.

Gelang dan cincin berbahan dasar besi putih dari bangkai pesawat Perang Dunia Kedua. (Foto: Rizal Syam/cermat)

Saat Perang Dunia II, pasukan sekutu yang dipimpin McArthur menjadikan pulau itu sebagai pangkalan militer. Ketika perang usai dan pasukan sekutu angkat kaki dari Morotai, banyak armada perang yang ditinggalkan.

“Dulu itu di belakang rumah saya ada banyak bagian-bagian bangkai pesawat, misalnya sayapnya,” kata Arpaiyah.

Besi bekas pesawat perang milik sekutu itulah yang menjadi bahan membuat berbagai macam aksesori. Arpaiyah mengatakan dulu pengolahan besi itu dikerjakan secara manual, namun kini sudah menggunakan alat atau mesin.

Kalung berbahan besi putih yang dibuat mirip dengan yang dipakai tentara sekutu. (Foto: Rizal Syam/cermat)

Seorang pedagang lainnya, Taerani Kari, sudah berjualan oleh-oleh aksesori berbahan besi putih sejak tahun 1970-an. “Saya lupa (tahun) tepatnya. Saat itu anak saya masih Sekolah Dasar,” katanya.

Taerani mengaku sebagai pedagang generasi pertama di pusat oleh-oleh Ternate itu. Dia mengatakan, dulu lokasi berjualannya di depan Toko Gloria.

"Awalnya itu baru saya, suami saya, kakak saya, dan ada beberapa teman (yang berjualan aksesori berbahan besi putih). Waktu Toko Gloria baru buka itu kami sudah ada,” ucap Ibu dari 11 anak itu.

Menurut Taerani, sekitar dua tahun lalu, Pemerintah Kota Ternate membuat tempat khusus bagi penjual aksesori besi putih. Dia menjelaskan pengerjaan aksesori dari besi pesawat bekas itu dulu dia kerjakan bersama suaminya dengan cara dipahat dan diamplas.

Arpaiyah memperlihatkan berbagai macam aksesori berbahan besih putih yang dipajang di lapaknya. (Foto: Rizal Syam/cermat)

Baik Arpaiyah maupun Taerani berpendapat banyak pelancong yang singgah ke tempatnya berjualan itu untuk mencari oleh-oleh, termasuk para pejabat dari pemerintah pusat yang melakukan kunjungan ke Ternate.

Berjualan aksesori besi putih ini memang cukup menjanjikan. Taerani sudah bisa beribadah ke Tanah Suci Makkah dari hasil dagangannya, bahkan empat orang anaknya mengikuti jejak Taerani. Dia mengatakan satu dari keempat anaknya itu pun pernah memenangkan kompetisi kerajinan besi putih di Jakarta.

Jadi, jangan lupa mampir ke pusat penjualan aksesori berbahan besi putih di Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah, ketika Anda melancong ke Ternate. Pastikan aksesori dari besi bekas pesawat Perang Dunia II ini masuk ke dalam daftar oleh-oleh yang akan Anda berikan kepada saudara atau teman-teman saat pulang berwisata.

---

Rizal Syam