Kumparan Logo
Konten Media Partner

Pandemi dan Tantangan Mengembangkan Bisnis Kreatif di Kota Ternate

Cermatverified-green

·waktu baca 5 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Fitrah Akbar Muhammad, Bakal Calon Ketua Umum HIPMI Kota Ternate, saat dialok dan deklarasi. Foto: Faris Bobero/cermat
zoom-in-whitePerbesar
Fitrah Akbar Muhammad, Bakal Calon Ketua Umum HIPMI Kota Ternate, saat dialok dan deklarasi. Foto: Faris Bobero/cermat

Pandemi COVID-19 di Indonesia dan khsusnya di Kota Ternate, Maluku Utara telah berdampak pada hampir semua sektor usaha. Tidak sedikit yang mengalami kerugian bahkan harus gulung tikar.

Selain itu, meski menjamurnya bisnis kedai kopi di Ternate, namun nyaris tak ada kopi khas lokal di Ternate yang tersedia di tiap-tiap kedai kopi. Bahkan, produk lokal masih sulit dipasarkan keluar daerah karena faktor harga, juga masih ada yang belum memiliki sertifikasi dari badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI).

Hal tersebut di atas menjadi fokus pembicaran pada Dialog dan Deklarasi Bersama Bakal Calon Ketua Umum Himpunan Pengusaha muda Indonesia (HIPMI) Kota Ternate 2021-2024 di Rotasi Coffe Lab, Ternate, Jumat (11/6) malam.

Suasana Dialok dan deklarasi Bakal Calon Ketua HIPMI Kota Ternate di Rotasi Coffe Lab. Foto: Faris Bobero/cermat

Dalam Dialog itu, Fitrah Akbar Muhammad (25 tahun), pengajar di Universitas Khairun dan Muhammadiyah Maluku Utara itu, menyampaikan gagasannya sekaligus deklarasi menjadi bakal calon Ketua HIPMI.

Magister akuntansi jebolan Universitas Pandjadjaran itu mengatakan, di masa pandemi, tidak sedikit sektor ekonomi yang terdampak.

“Bahkan, saya pernah merasakan sendiri, usaha coffe saya tutup selama dua bulan, karena terdampak pandemi. Sebelumnya, sehari kita bisa menjual 30 bahkan 50 lebih gelas kopi. Di Masa pandemi, tidak ada pendapatan sama sekali,” ungkap Fitrah, yang juga sebagai Founder Rotasi Coffe Hub ini.

Kolaborasi Pengembangan Bisnis

Fitrah bilang, sudah saatnya HIPMI Kota Ternate berkolaborasi, termasuk dengan media. Sebab, media lokal, selain berperan dalam keredaksian, bisnis medianya juga harus jalan secara seimbang. Namun selama pandemi, nyaris tidak ada yang memperhatikan bagaimana bisnis media itu berjalan.

“Peran teman-teman media saat situasi pandemi sangat penting. Mereka, para jurnalis, bahkan turun lapangan. Ada risiko, bahkan. Di sisi lain, mereka juga, secara bisnis media, sangat terdampak. Lalu, adakah yang memperhatikan soal ini?,” ungkap Fitrah.

Forum Pembred Maluku Utara saat hadir dalam undangan dialok. Foto: Halik Djokrora.

Sebab itu, Fitrah bilang, ia turut mengundang teman-teman Forum Pemred Maluku Utara dalam dialog tersebut. Harapannya, orang yang menjalankan bisnis media, juga bisa terlibat baik dalam truktur di HIPMI dan melibatkan diri untuk memajukan ekonomi kreatif di Kota Ternate.

Bergabungnya teman-teman media, katanya, akan lebih memperkuat sektor bisnis lokal, bahkan secara bersama bisa memberikan rekomendasi ke pada pemerintah soal regulasi.

Selain itu, saat ini, Fitrah dan tim pemenang, akan fokus pada dua hal; pengusaha dan calon pengusaha untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Saat ini, yang terpenting adalah indentifikasi masalah. Pertama ada sumber daya manusia di Ternate, yang kita harus jujur, penguatan kapasitas menjadi seorang wirausaha adalah kunci untuk pengembangan bisnis. Masih banyak usaha yang stagnan karena faktur ini,” ungkapnya. Selain itu, modal juga menjadi kendala untuk calon pengusaha.

“Faktor lainnya, di Ternate teman-teman masih pada problem bagaimana soal branding produk, marketingnya seperti apa, digital marketing seperti apa. Kita masih bergelut di wilayah itu,” katanya.

Padahal, katanya, bebarapa produk di Ternate seperti sirup pala, kopi rempah sudah cukup besar. Masalahnya, kata Fitrah, ada pada penetrasi pasar. “Bagaimana hari ini, unsur-unsur yang harus dipenuhi oleh produk lokal untuk mampu penetrasi pasar”.

Peran Pers dan Ekonomi Kreatif

Halik Djokrora, Pimred malutsatucom mengatakan, saat ini perkembangan dan penggunaan teknologi informasi begitu pesat. Dunia usaha juga harus menyesuaikan dengan perkembangan kemajuan arus informasi. Pers memiliki peran vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berbasis digital di Indonesia.

Halik Djokrora, saat kegiatan Uji Kompetensi Wartawan di Ternate. Foto: Faris Bobero/cermat

“Melalui pemberitaan, pers dapat mempromosikan sekaligus mengedukasi pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) agar mampu bersaing dan berkompetisi di tengah arus digitalisasi,” kata Halik, Minggu (13/6).

“Kehadiran pers yang nantinya berkolaborasi dengan pengusaha, saya berharap pers mampu menjembati kepentingan pengusaha, kepentingan dalam arti pers mampu membuka sekat- egoisme serta birokrasi yang masih menghambat dunia usaha,” tambahnya.

Selaku orang pers, Halik mengaku, menyambut baik adanya rencana kolaborasi pengusaha dengan pers. “Sebab, pers juga adalah usaha, berapa banyak media di Maluku Utara yang ikut memperkerjakan karyawan. Saya juga berharap pers terutama perusahaan pers bersama dunia usaha lainnya di Malut dapat mewarnai dunia usaha di Malut. Paling tidak kolaborasi. Ini ada nilai lebih dari sebelumnya terutama kemajuan dunia usaha di Malut”.

Kesulitan Sertifikasi Badan POM

Sementara itu, Bachtiar Kadir Ketua HIPMI Maluku Utara mengatakan, dalam pengurus HIPMI Maluku Utara tidak hanya didominasi oleh kontraktor, beberapa teman-teman UMKM juga ada di dalam kepengurusan.

Bachtiar Kadir Ketua HIPMI Maluku Utara. Foto: Faris Bobero/cermat

Ia, bahkan telah berkordinasi dengan pihak bank untuk soal pengembangan ekonomi untuk UMKM yang memproduksi produk-produk lokal hingga bagaimana agar profuk lokal di Maluku Utara, khususnya Kota Ternate dapat dijual ke Jawa Barat.

“Masalahnya adalah, kita sangat kesulitan mengindentifikasi UMKM mana yang lebih tepat untuk dibawa. Ternyata, kesulitan kita itu, bukan soal soal produk mahal, tidak. Bukan cuma di situ. Produk kita yang ada di Maluku Utara khususnya Kota Ternate ini juga belum memiliki sertifikat Badan POM. Itu masalah kita hingga saat ini,” ungkap Bachtiar.

Karena masalah itu, ia mengaku, bahkan sudah berulang kali dengan Disperindag Maluku Utara, bahwa masalah ini, harus ada intervensi pemerintah setempat.

“HIPMI di luar daerah Maluku Utara bisa sangat maju, karena ada intervensi pemerintah yang bisa sejalan dengan visi dan misi HIPMI,” ujarnya.

Kesiapan Tim Pemenang

Sementara itu, Muhammad Adha, Ketua tim pemenangan Fitrah menyatakan, dialog seperti ini perlu dilaksanakan untuk memberi ujian terhadap calon ketua umum sekaligus berdialog dengan masyarakat luas.

Selain itu, mereka sudah mempersiapkan diri untuk musyawarah cabang yang diselenggarakan pada Senin, 21 Juni 2021 mendatang oleh HIPMI Pengurus Cabang Kota Ternate, yang membuka gerbang kompetisi bagi para bakal calon ketua umum.

“Agenda ini perlu dilaksanakan untuk menguji dan mengukur kapasitas calon ketua umum kita. Selain itu, kita sangat terbuka terhadap semua pihak terutama tujuan kita yaitu untuk menggalang aspirasi publik,” ujar Muhammad Adha.

“Momentum utamanya dari acara ini terletak pada agenda dialog dan bukan hanya deklarasi yang sifatnya seremonial” sambungnya. Fitrah Akbar Muhammad, selaku bakal calon ketua umum menyampaikan hal penting dalam acaranya.