Kumparan Logo
Konten Media Partner

Pelabuhan Kontainer di Halmahara Barat Sunyi

Cermatverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi sunyi di Pelabuhan Kontainer di Desa Mutui, Halmahara Barat. Foto: Iin Afriyanti
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi sunyi di Pelabuhan Kontainer di Desa Mutui, Halmahara Barat. Foto: Iin Afriyanti

Pelabuhan Kontainer di Desa Mutui, Halmahara Barat, Maluku Utara, yang dibangun menggunakan APBN Rp 31 miliar, secara bertap mulai tahun 2008 hingga 2010 itu, terlihat sunyi tanpa aktivitas.

Berdasarkan amatan wartawan, meski sudah diresmikan Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Agus H Purnomo, pelabuhan tersebut hingga kini tidak ada petugas Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) kelas III Jailolo maupun dari Dinas Perhubungan Halmahera Barat (Halbar).

Anggota BPD Matui Man Jalal mengaku, pelabuhan kontainer itu, tidak ada aktivitas bongkar muat Sembako. Hanya ada pembongkaran Bahan Bakar Minyak (BBM). Aktivitas bongkar muat BBM ini pun, katanya, mengakibatkan air laut tercemar.

"Terkait pembongkaran minyak, sehingga imbasnya ikan pada lari. Lagi pula, pelabuhan itu bukan untuk pembongkaran minyak tapi untuk pembongkaran kontainer,” kata Matui, Minggu (5/1).

Sementara itu, Bupati Halbar Danny Missy kepada wartawan mengatakan, pihaknya masih menunggu penyerahan pelabuhan ke Pemerintah Daerah (Pemda). “kami sementara masih menunggu serah terima pelabuhan,” singkatnya.

Selain itu, Kepala pemuda Desa Mutui, Mufrat Manan mengatakan, saat ini, warga Mutui membutuhkan akses jalan dari pelabuhan ke desa. (IIN)