Pemdes Bobaneigo, Halmahera Barat Diminta Transparan Soal Anggaran COVID-19

Pemerintah Desa (Pemdes) Bobaneigo, Kecamatan Jailolo Selatan, Halmahera Barat, Maluku Utara diminta transparan soal penggunaan anggaran penanganan COVID-19 dan melakukan langkah cepat soal penangan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).
"Karena bukan hanya virus corona, namun di Desa Bobaneigo juga terdapat kasus Demam Berdara atau DBD yang sudah memakan korban jiwa sebanyak 4 orang," ujar Kordinator Aksi Ali Muridi, JUmat (17/04).
"Karena krisis air bersih juga menjadi kebutuhan sosial masyarakat. Ada juga kenakalan remaja yang akhir-akhir meresahkan warga setempat," ungkap Ali.
Ali yang juga tergabung dalam Aliansi Pemuda Bobaneigo melakukan aksi demosntrasi, menyampaikan permasalahan yang ada di Kantor Desa Bobaneigo, pada Jumat (17/4). Mereka melakukan aksi meski di tengah pandemi corona.
"Pemerintah Desa harus memperhatikan kondisi masyarakat di tengah wabah virus corona dan lebih transparansi dalam pengelolaan biaya penanganan COVID-19," kata Kordinator Aksi, Ali Muridi dalam orasinya.
Kata Ali, berdasarkan surat edaran Kemendes nomor 8 tahun 2020, tentang desa tanggap Covid-19 jelas sudah diatur dalam poin-poin tersebut, seperti, penegasan Padat Karya Tunai di Desa (PKTD), desa tanggap COVID-19 dan penjelasan APBDesa yang meminta pemerintah desa lebih serius dalam penanganan yang ada.
Dengan begitu, Ali berharap pemerintah desa dapat mengaktifkan seluruh aparatur desa dan bekerja sama dengan Puskesmas untuk melakukan pencegahan secara dini, sebelum masalah yang ada bisa menjadi ancaman yang besar di kalangan masyarakat
"Untuk itu, kami berharap pemerintah untuk cepat mengambil tindakan memberlakukan posko keluar masuk desa, mengaktifkan Linmas dan membuat papan informasi, guna untuk mempercepat penanganan COVID-19," harapnya.
Setelah berorasi kurang lebih 2 jam, masa aksi kemudian melakukan pertemuan terbuka bersama dengan pemerintah setempat, yang dipimpin langsung oleh Sekdes Bobaneigo Komarudin Habibu di Kantor Desa.
"Kami bakal melakukan koordinasi dengan pihak Puskesmas dan Bhabinkamtibmas untuk bersama-sama dengan masyrakat membuat posko penanganan COVID-19," ujar Komarudin, di hadapan masa aksi.
---
Zulfikar Saman
