Pemkot Ternate Berencana Terapkan Pembelajaran Lewat TV Kabel

Pemerintah Kota Ternate terus berupaya mencari solusi dalam mengatasi masalah pembelajaran di masa pandemi COVID-19. Setelah sebelumnya memutuskan menunda sistem pembelajaran tatap muka karena Ternate masih berada di zona oranye, kini Pemkot berencana menggunakan televisi untuk proses belajar mengajar.
“Kebetulan Pak Dandim menawarkan ke kita tentang pembelajaran melalui televisi kabel. Teknisnya sudah ada. Kita sudah ketemu untuk bicarakan apa saja yang dibutuhkan,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate, Ibrahim Muhammad, Senin (24/8).
Ia bilang, saat ini tinggal menunggu Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) untuk mengumpulkan para pengusaha televisi kabel yang ada di Ternate. Kepada mereka, pemkot akan meminta channel yang memungkinkan untuk bisa dilakukan pembelajaran.
Kebijakan ini diambil karena menurut Ibrahim, hampir semua rumah di Ternate memiliki televisi. Sebelumnya, Pemkot sempat menggunakan siaran RRI untuk kepentingan tersebut, namun karena menurutnya tidak semua orang saat ini memiliki radio, maka kegiatan belajar-mengajar lewat radio itu dihentikan.
“Kalau belajar melalui tv, pertama anak yang di rumahnya tidak punya tv bisa belajar di rumah tetangga yang punya tv. Kedua, belajar lewat ponsel juga kan ada kelemahannya, dari sisi kesehatan, serta susah dikontrol oleh orang tua,” jelasnya.
Lebih lanjut ia bilang, pihaknya masih menunggu alat untuk penyiaran yang bakal tersedia sekitar tiga hari ke depan. Menurut Ibrahim, Wali Kota Ternate menginginkan agar program tersebut dapat diresmikan pada Sabtu (29/8) nanti.
Ia juga mengaku telah memerintahkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk membuat jadwal pembelajaran melalui televisi kabel ini.
“Umpamanya dari jam 8 – 9 itu untuk SD kelas satu ditambah PAUD. Nanti berjalan seterusnya. 10 sesi dalam satu hari. Bahkan bisa saja belajar pada malam hari,” katanya.
Selain itu, PGRI juga ditugaskan memilih guru-guru untuk setiap mata pelajaran yang akan melakukan pembelajaran lewat televisi.
Menyangkut kondisi di mana tidak semua kecamatan di Ternate dapat mengakses televisi kabel, Ibrahim mengatakan ia sudah berkoordinasi dengan Gugus Tugas yang membolehkan pembelajaran tatap muka di Kecamatan Hiri, Kecamatan Moti, dan Kecamatan Batang Dua.
"Karena sesuai SKB empat menteri, daerah zona hijau boleh melakukan pembelajaran tatap muka. Di tiga kecamatan ini tercatat nol pasien," tandasnya.
