News
·
4 Oktober 2020 21:59

Pilkada Kepulauan Sula: Warga Polisikan Ketua dan Anggota Tim HT-UMAR

Konten ini diproduksi oleh Cermat
Pilkada Kepulauan Sula: Warga Polisikan Ketua dan Anggota Tim HT-UMAR (83472)
Masyarakat Desa Capalulu mentangkan spanduk penolakan Bupati Kepulauan Sula Hendrata Thes. Foto: Istimewa
Pilkada di Kepulauan Sula, Maluku Utara sedikit memanas, akibat insiden pelemparan botol berisi air dan pemukulan terhadap warga Desa Capalulu, Kecamatan Mangoli Tengah, resmi dilaporkan ke Polres Kepulauan Sula, Sabtu (3/10). Laporan tersebut berdasarkan surat tanda laporan Polisi Nomor STTLP/168/X/2020/SPKT dan surat Nomor STTLP/168/X/2020/SPKT.
ADVERTISEMENT
Insiden ini bermula saat rombongan tim kampanye pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sula Hendrata Thes-Umar Umabaihi (HT-UMAR) tengah memasuki Desa Capalulu untuk menggelar kampanye di sana.
Sebelum memasuki Desa Capalulu, warga rupanya telah menanti kedatangan tim kampanye HT-UMAR di bagian selatan batas aspal Desa Capalulu menuju selatan Pulau Mangoli. Di sana, warga langsung mencegat rombongan tersebut.
Sahrul Ipa, salah satu pemuda di Desa Capalulu kepada awak media mengaku, sebelum melakukan aksi tersebut, warga Desa Capalulu terlebih dahulu berkoordinasi dengan M. Ali Umasangadji selaku Ketua Tim HT-UMAR di Desa Capalulu dan Bhabinkamtibmas Desa Capalulu untuk menyampaikan beberapa aspirasi warga sesuai janji Hendrata tahun 2015 silam.
Aksi warga ini, sambungnya, merupakan buntut dari janji Hendrata Thes saat terjadi Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Desa Capalulu pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sula tahun 2015 silam.
ADVERTISEMENT
"Masyarakat bukan mau halangi kampanye. Tapi, masyarakat hanya ingin sampaikan dorang punya tuntutan saja," katanya.
Tuntutan warga yang dimaksud, kata Sahrul, di antaranya menagih janji Hendrata terkait pembangunan Asrama Mahasiswa Capalulu di Kota Ternate dan menyelesaikan masalah laporan penyalahgunaan Dana Desa (DD) yang ada di Polres serta beberapa tuntutan lain.
"Dong (mereka) halangi untuk sampaikan tuntutan itu, dan dong mau tanya janji-janji itu kapan mau dipenuhi," terangnya.
Sementara untuk aksi pemukulan, Sahrul menambahkan, kejadian ini terjadi di ujung aspal bagian selatan Desa Capalulu saat warga hendak menghalangi tim kampanye HT-UMAR sebelum masuk ke Desa Capalulu, bahkan lokasi insiden pemukulan ini jauh dari lokasi kampanye HT-UMAR.
"Ada tim (HT-UMAR) juga melakukan perlawanan sehingga ada kontak fisik. Ada gesekan. Kejadiannya jauh dari lokasi kampanye," bebernya.
ADVERTISEMENT
Tidak terima dihalangi, Sahrul bilang, Iksan Kaunar dan Abdi Umahuk, warga Desa Capalulu yang juga tim HT-UMAR ini marah dan menikam serta memukul Sidik Sangadji yang juga warga Desa Capalulu karena dianggap menghalangi jalannya kampanye.

Pilkada Kepulaun Sula: Terjadi insiden lempar botol air mineral

Selain insiden penikaman, Sahrul menyebutkan, ada juga insiden pelemparan botol berisi air yang dilakukan Ketua Tim Kampanye HT-UMAR, Bustamin Sanaba yang mengenai Ramang Lek, salah satu warga Desa Capalulu yang hendak mendekati lokasi kampanye untuk menyampaikan tuntutan sekaligus menagih janji calon Bupati Sula Hendrata Thes.
"Jadi yang kita laporkan ini Bustamin Sanaba (Ketua Tim Kampanye), Iksan Kaunar (anggota tim HT-UMAR), Abdi Umahuk (anggota tim HT-UMAR)," tukas Sahrul, usai mendampingi dua warga Desa Capalulu melaporkan insiden tersebut di Polres Kepulauan Sula.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Ramang, korban yang kena lemparan botol berisi air mengaku sebelum mendekati arena kampanye, dia dan beberapa rekan sempat meminta izin Bhabinkamtibmas Desa Capalulu bahwa dia dan beberapa rekannya mau menuju arena kampanye.
Sesampainya di arena kampanye, kata Ramang, ada sedikit pertikaian dan tiba-tiba dirinya dilempari botol berisi air.
"Kami sudah minta izin dari Bhabin, kami ke sabua (tenti, red). Sampai di sabua, sedikit kacau di situ, langsung dia (Bustamin) lepar botol Aqua berisi air full," katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Kampanye HT-UMAR Bustamin Sanaba saat dikonfirmasi menyampaikan, dirinya belum bisa memberikan keterangan resmi terkait persoalan ini.
"Beta (saya) akan berikan keterangan resminya sebentar setelah teman-teman yang lain pulang dari lokasi kampanye. Beta sementara ada konsultasi dengan tong (kami, red) punya tim advokat menyangkut masalah itu," akunya.
ADVERTISEMENT
Sekadar diketahui, Bustamin dilaporkan ke polres atas dugaan penganiayaan terhadap Ramang Lek, warga Desa Capalulu. Sedangkan Iksan Kaunar dan Abdi Umahuk dilaporkan atas dugón pengeroyokan yang menimpa Sidik Sangaji, warga Desa Capalulu.
--- Samsur Silia