Proyek Pencetakan Tetrapod Pelabuhan Hiri Tahap Dua Masih Negosiasi
·waktu baca 2 menit

Proyek tahap dua pencetakan tetrapod Pelabuhan Hiri di Kelurahan Sulamadaha, Ternate Barat, dengan anggaran Rp 3 miliar mulai berjalan.
Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas PUPR Kota Ternate Nasrun A. Samaun kepada cermat, Kamis (11/8). "Rabu kemarin kami sudah lakukan MC 0," katanya.
MC 0 adalah kegiatan penghitungan kembali volume item pekerjaan, dan disesuaikan antara gambar dari perencanaan dengan kondisi lapangan.
Nasrun bilang, sejauh ini progres pekerjaan sudah 20 persen. Karena pihak rekanan akan membayar kelebihan tetrapod pekerjaan tahap pertama.
"Jadi ada negosiasi dengan rekanan untuk membeli kelebihan tetrapod tahap awal. Kalau itu bisa dibeli, maka progresnya sudah 20 persen," ujarnya.
Saat ini, sambung Nasrun, areal proyek sedang dibersihkan. "Karena lahan proyek dipenuhi dengan tetrapod," katanya.
Nantinya, tetrapod yang ada saat ini akan dipindahkan ke tepi pantai, untuk memudahkan para pekerja dalam mencetak tetrapod tahap dua.
"Juli kemarin sudah dilakukan penandatanganan kontrak kerja dengan kalender kerja selama lima bulan," katanya.
Sedangkan jumlah tetrapod yang harus dicetak sebanyak 1.000 buah. "Kami harap proyek cetak tetrapod tahap dua ini tidak ada adendum," katanya.
Sementara, anggaran yang diusulkan dalam proyek tahap tiga pada 2023 mendatang sebesar Rp 2,1 miliar.
"Rincian penggunaan anggarannya sudah kami serahkan ke Bappelitbangda. Sekarang yang kami fokuskan adalah cetak tetrapod," katanya.
Sekretaris Komisi III DPRD Ternate Junaidi Bahruddin menilai, tak ada masalah soal negosiasi rekanan terkait pembayaran atas kelebihan tetrapod yang dicetak.
"Daripada tetrapodnya dicetak ulang. Ini juga untuk meminimalisasi waktu pekerjaan. Yang harus dilihat adalah kualitas tetrapodnya," ujarnya.
Politisi Demokrat ini berharap tidak ada lagi adendum dengan melihat kalender kerja yang hanya lima bulan. "Jadi lima bulan ini harus tuntas," pungkasnya.
---
Sansul Sardi
