Resep Nasi Jaha, Takjil Gurih Saat Berbuka Puasa dari Ternate

Nasi jaha, bagi warga Ternate, Maluku Utara, sudah sangat familiar. Teksturnya yang gurih membuat nasi jaha kerap diburu warga untuk berbuka puasa.
Uniknya, berbeda dengan nasi umumnya. Cara pembuatannya pun sangat berbeda dengan proses memasak nasi yang diketahui banyak orang.
Nasi jaha dibuat menggunakan beras ketan atau dikenal dengan nasi pulo, santan, dan daun pisang. Cara memasaknya memakai bambu. Prosesnya pun tidak begitu sulit. Umumnya beras ketan yang dicampur sedikit beras dibersihkan dengan air, kemudian disaring.
Setelah itu air santan kelapa yang diaduk dengan bahan-bahan seperti gula dan garam bersamaan dengan campuran beras dituangkan ke dalam ruas bambu yang sudah diisi daun pisang.
Siapkan lokasi pembakaran. Bambu-bambu yang sudah berisi beras ketan dan bahan-bahan seperti santan lalu dibakar dengan posisi berjajar. Tunggu setengah sampai satu jam, nasi jaha siap diangkat untuk disajikan.
Pembuatan dan bentuk nasi jaha sebenarnya mirip dengan lemang di Sumatera Barat. Makanan ini juga terdapat di Manado, Sulawesi Utara.
Bagi warga Maluku Utara, nasi jaha kerap dipadukan dengan ikan bakar rica. Bisa juga dengan ikan fufu atau ikan asap, bersamaan dengan sambal colo-colo.
Rasanya yang gurih serta harum daun pisangnya, menambah sensasi yang nikmat saat berbuka puasa. Jangan lupa ya, segelas teh hangat akan membuat hidangan ini semakin lengkap.
****
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
