Kumparan Logo
Konten Media Partner

SDA Desa Pastabulu, Sula, Diharapkan Datangkan Wisatawan hingga Investor

Cermatverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Desa Pastabulu, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. Tampak kondisi teluk dilihat dari udara berbentuk huruf U. Foto: GENPI
zoom-in-whitePerbesar
Desa Pastabulu, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. Tampak kondisi teluk dilihat dari udara berbentuk huruf U. Foto: GENPI

Desa Pastabulu, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, punya potensi yang tak kalah menarik dengan daerah lain.

Selain panorama alam yang berpotensi mendatangkan wisatawan lokal hingga mancanegara, hasil laut pun bisa memenuhi keinginan investor.

kumparan post embed

Ketua Panitia Festival Desa Nelayan Pastabulu, Muhammad Drakel, mengungkapkan Desa Pastabulu dari sisi topografi berbentuk huruf U.

"Teluk berbentuk huruf U inilah yang menjadi daya tarik," ucap Drakel kepada cermat, pada Minggu (28/8).

Baseulu yang diangkat pada Festival Desa Nelayan Pastabulu. Ini adalah tradisi gotong royong sesama nelayan untuk mendapatkan hasil tangkapan. Foto: La Ode Hizrat Kasim/cermat

Apalagi didukung dengan pasir putih disertai sunrise, sunset, air laut yang jernih, hingga habitat ikan yang masih terjaga.

Di sektor kelautan, investor bisa langsung memperoleh hasil tangkap dari para nelayan. "Sejauh ini, ikannya dijual di desa-desa tetangga," katanya.

Menurutnya, kehadiran investor dapat mendongkrak pendapatan para nelayan. "Tentu nelayan di Mangoli Utara akan lebih sejahtera," ucapnya.

kumparan post embed

Sedangkan dari aspek wisata, ada salah satu budaya di Desa Pastabulu yang disebut Baseulu. "Ini adalah tradisi nelayan setempat," katanya.

Baseulu, kata Drakel, adalah budaya gotong royong sesama nelayan untuk mendapatkan hasil tangkapan. "Sekarang tradisi ini hampir punah," ungkapnya.

Desa Pastabulu, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. Foto: La Ode Hizrat Kasim/cermat

Sehingga dalam Festival Desa Nelayan Pastabulu ini, panitia kembali memperkenalkan ke khalayak publik lewat atraksi pada opening ceremony.

"Tradisi Baseulu yang ditunjukkan akan menjadi spirit, bahwa budaya gotong royong masih tetap ada dan tak akan hilang," pungkasnya.

Dengan begitu, Baseulu menjadi daya rangsang bagi seluruh nelayan untuk saling bergotong royong mengelola perikanan Kepulauan Sula.

---

La Ode Hizrat Kasim