TPA di Ternate Terima 15 Ton Sampah per Hari

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate, Maluku Utara, Tony Pontoh, mengaku per hari pengangkutan sampah di Ternate dari Tempat Penampungan Biasa (TPS) ke Tempat Penampungan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru mencapai 15 ton.
"Jadi sampah di Ternate ini sampai diangkut masuk ke TPA di kisaran 15 ton ke bawah dan itu belum dikategorikan berat. Sehingga TPA kita di Takome juga masih bisa tampungi," kata Tony, kepada cermat Senin (30/8).
Tony bilang, dari hasil pertemuan zoom meeting dengan pihak KLHK, dan sejumlah lembaga lingkungan, menyebutkan seluruh Indonesia saat pendemi COVID-19 terjadi kenaikan timbunan sampah di TPA.
"Jadi laporan dari Kebijakan dan Strategi Daerah Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga (Jakstrda), milik kami (DLH) secara nasional itu, dari 7 persen tidak pendemi sampai ke pendemi berkisar sampai 22 persen," ujarnya.
Ia mengatakan, dari laporan itu, membuat Ternate saat ini dapat berusaha mengurangi penumpukan sampah. Namun, proses pengurangannya baru sekadar angkut dari TPS dan dibawa ke TPA.
"Nanti insyaallah di 2022, kita pelan-pelan untuk menyikapi hal itu. Bahkan beberapa transfer depo yang telah dibuat oleh kami akan difungsikan kembali, seperti saat ini yang berada di Kelurahan Bastiong," jelasnya.
Pihaknya juga nanti sudah tak akan lagi membangun TPS di setiap depan jalan kelurahan untuk mengurangi penumpukan sampah.
"Jadi transfer depo ini akan menjawab semua permasalahan yang terjadi dan setiap tumpukan sampah sudah tak ada lagi di depan jalan protokol, dan langsung masuk ke transfer depo yang diangkut langsung oleh kontainer. Sehingga ini adalah visi-misi lima tahun ke depan," pungkasnya. (SAR)
