Virus Corona Tak Pengaruhi Kunjungan Tamu Hotel di Ternate

Merebaknya wabah corona ke Indonesia, tak berdampak pada keterisian kamar hotel di Kota Ternate, Maluku Utara. Seperti pada Hotel Batik, tingkat kunjungan tamu dinilai masih stabil.
Umy, mewakili Manager Hotel Batik, kepada cermat, Rabu (11/3/2020), mengatakan, sejauh ini jumlah tamu Hotel Batik masih stabil.
Angkanya, kata dia, nyaris sama seperti beberapa bulan lalu. "Tidak ada perubahan jumlah kunjungan secara signifikan," katanya.
Menurut Umy, tamu yang paling banyak menginap adalah warga Indonesia. Seperti Surabaya, Jakarta, dan beberapa daerah lainnya.
Sedangkan warga negara asing berasal dari Cina. "Mereka (WNA Cina) aman dari virus corona, jadi tidak perlu khawatir," katanya.
Ia mengaku pernah mendengar ada warga di salah satu daerah di Maluku Utara, yang terduga mengidap corona.
Jika itu benar, ia berharap virus tersebut tidak mewabah hingga ke Ternate. "Supaya tidak mempengaruhi pengunjung hotel," harapnya.
Di waktu yang sama, cermat mendatangi hotel Grand Dafam Ternate, Jalan Jati Raya, Nomor 500, Jati, Ternate Selatan.
Salah seorang receptionis hotel meminta cermat menunggu. "Kamu tunggu ya, saya hubungi managernya dulu," katanya.
Satu jam menunggu, sang manager dari hotel bintang 4 plus itu tak kunjung datang. Bahkan si receptionis sudah tak berada di tempatnya, saat dikonfirmasi kembali.
Sekadar diketahui, penyebaran virus ini diduga bermula dari serangkaian kasus pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya di kawasan Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, pada Desember 2019.
Dikutip dari Badan Pusat Statistik Maluku Utara, pada Desember 2019 tingkat hunian kamar hotel di Maluku Utara sebesar 32,92 persen.
Adapun lama menginap tamu asing 2,89 persen. Sedangkan tamu domestik 1,52 persen. Sementara, dari segi jumlah, tamu asing sebesar 27 persen. Sedangkan nusantara 20,194 persen.
---
Fardi M. Nur
(Calon reporter cermat)
