Wajah Baru Sulamadaha, Langkah Awal Bangkitkan Pariwisata Ternate

Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Ternate terus berupaya meningkatkan potensi turisme. Salah satunya dengan menata kembali destinasi yang selama ini mulai ditinggalkan. Upaya itu dimulai dari perbaikan sarana di Pantai Sulamadaha.
Pantai Sulamadaha pernah menjadi tujuan utama masyarakat Ternate dalam menghabiskan akhir pekan. Namun, dalam beberapa tahun belakangan, jumlah pengunjung di pantai yang terletak di sebelah barat Pulau Ternate itu mengalami penurunan.
Kepala Dispar Ternate Rizal Marsaoly mengakui kondisi tersebut. Menurut dia, surutnya jumlah pengunjung di Sulamadaha salah satunya disebabkan oleh kelayakan fasilitas.
“Selama ini destinasi yang punya potensi besar, punya nama besar tapi mati suri. Karena tidak digerakkan. Saya melihat tanggung jawab besarnya adalah bagaimana menghidupkan kembali destinasi-destinasi ini. Saya memulainya dari Sulamadaha,” ucap Rizal, Sabtu (13/2).
Penataan kembali itu tampak dari kondisi Pantai Sulamadaha yang kian berbeda. Pantai Sulamadaha kini memiliki wajah baru. Sejumlah fasilitas pendukung mulai diperbaiki guna memberikan rasa nyaman kepada wisatawan. Yang paling mencolok dari penataan itu adalah pembuatan anjungan berbahan kayu yang langsung menghadap ke arah pantai.
Selain cocok dijadikan sebagai tempat santai dalam mengisi akhir pekan, anjungan tersebut juga menarik dijadikan spot foto. Benar saja, setelah diunggah pertama kali di media sosial, lokasi tersebut terus didatangi pengunjung. Terutama pada malam hari.
“Strategi yang kami bangun adalah memperbaiki fasilitas di dalam. Selama ini banyak yang mengeluh. Saya ingin membalikkan stigma Sulamadaha, bahwa Sulamadaha yang dulu beda dengan yang sekarang. Kalau dulu pantainya kotor, sekarang bersih. Kalau dulu penataannya agak kumuh, sekarang rapi,” jelasnya.
Tak hanya di pantai utama Sulamadaha, Dispar juga bakal menata objek wisata yang terletak di bagian utara Pantai Sulamadaha. Selama ini masyarakat mengenalnya dengan sebutan Pantai Hol. Di sana, kata Rizal, bakal dijadikan kawasan wisata privat. Untuk itu, Dispar berencana mendirikan cottage di lokasi tersebut.
Rizal bilang, pihaknya selalu melibatkan warga sekitar dalam hal pengelolaan sebuah destinasi. Di Sulamadaha, misalnya, Dispar merekrut sekira 15 – 20 warga yang ditugaskan menjaga kebersihan. Mereka akan bekerja secara bergilir.
Tak hanya itu, sejumlah pemuda Sulamadaha juga diberi tanggung jawab bersama dengan bhabinkamtibmas dan babinsa dalam menjaga keamanan lokasi wisata.
“Menata ini kembali semangatnya adalah bagaimana pemerintah bisa hadir di tengah masyarakat untuk menggerakkan UMKM yang ada di Sulamadaha. Untuk hal seperti ini, jangan dulu bicara untung rugi, yang penting memberikan pelayanan terbaik,” katanya.
Menurut Rizal, penataan Pantai Sulamadaha ini adalah langkah awal membangkitkan kembali geliat pariwisata Ternate. Usai di destinasi ini, Dispar bakal melakukan penataan terhadap kawasan wisata lainnya, yakni Tolire.
Tak hanya itu, kawasan geologi Batu Angus, Pantai Kastela, Ake Rica dan Foramadiahi juga masuk dalam daftar tunggu penataan. Khusus di Foramadiahi, Dispar akan menjadikan tempat tersebut sebagai lokasi wisata kampung tua. Foramadiahi sendiri termasuk dalam kampung pertama cikal bakal terbentuknya Ternate.
