Kumparan Logo
Konten Media Partner

Warga Hiri Butuh Dermaga yang Layak

Cermatverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tempat berlabuh warga Kecamatan Pulau Hiri di Kelurahan Sulamadaha, Kecamatan Ternate Barat. Di lokasi ini tak ada jembatan. Para motoris kerap menempatkan perahunya di bibir pantai. (Foto: Rajif Duchlun/cermat)
zoom-in-whitePerbesar
Tempat berlabuh warga Kecamatan Pulau Hiri di Kelurahan Sulamadaha, Kecamatan Ternate Barat. Di lokasi ini tak ada jembatan. Para motoris kerap menempatkan perahunya di bibir pantai. (Foto: Rajif Duchlun/cermat)

Aktivitas di sekitar lokasi tambatan perahu dari Kecamatan Pulau Hiri di Kelurahan Sulamadaha, Kecamatan Ternate Barat, Kota Ternate, Maluku Utara berjalan normal. Kendati disebut pelabuhan rakyat, namun di area berteluk ini tak ada dermaga.

Sebab, perahu yang ditumpangi warga hanya menepi di bibir pantai. Sementara, jalur masuk perahu terdapat bebatuan karang yang menganga. Melewati jalur ini dibutuhkan kematangan naluri juru mudi. Salah sedikit, perahu menghantam karang.

Belum lagi gelombang pantai yang kerap menggulung meninggi. Derita tidak berhenti di situ. Penumpang yang turun ke daratan harus merelakan kakinya basah. Sehingga, anak buah kapal (ABK) kerap meletakan papan di buritan perahu ke tepian pantai. Fungsinya sebagai jembatan agar kaki penumpang tidak basah.

Gulungan ombak di depan Pelabuhan Sulamadaha yang digunakan warga Kecamatan Pulau Hiri ketika datang ke Ternate. (Foto: Olis/cermat)

Realitas ini sudah berlangsung lama. Bahkan ketika musim utara menyapa, lokasi ini sangat berisiko untuk didarati perahu berlabuh. Mengantisipasi itu, mereka memilih berlabuh di teluk Sulamadaha, salah satu objek wisata yang tak jauh dari lokasi tambatan perahu.

Warga Pulau Hiri pernah meminta agar pemerintah Kota Ternate membangun pelabuhan yang layak. Permintaan itu dipenuhi. Pelabuhan dibangun di pesisir Jikomalamo. Namun, pelabuhan tersebut belum dapat difungsikan. Lokasi tersebut malah disulap menjadi objek wisata.

Cermat pada Jumat sore (29/3) mendatangi tempat berlabuh warga Pulau Hiri. Sore itu cuaca tampak kurang baik. Angin kencang membuat ombak bergulung, membentuk buih. Di ruang tunggu, belasan orang duduk menanti keberangkatan. Ruang tunggu tersebut tampak rapuh. Atapnya bocor di mana-mana.

Ruang tunggu di tempat berlabuh itu terlihat rapuh. Atapnya bocor di mana-mana. Seperti tak terurus. (Foto: Rajif Duchlun/cermat)

Junaidi Dahlan, tokoh pemuda Hiri, saat dihubungi cermat, Jumat (29/3) mengatakan, sampai saat ini warga Hiri masih berlabuh di pesisir pantai Sulamadaha. "Iya, ya seperti biasa. Kalau ombak tetap sulit masuk. Jadi biasa ikut hol (teluk) Sulamadaha," ujarnya.

Junaidi sendiri tidak tahu informasi mengenai rencana pemerintah Kota Ternate yang akan mengaktifkan kembali pelabuhan Jikomalamo. "Saya belum tahu itu, kami di sini jarang dengar. Coba nanti tanya saja di Pak Camat," kata Nadi, sapaan akrab Junaidi Dahlan.

Sebelumnya, sekira pukul 14.00 WIT, cermat menyambangi Kepala Dinas Perhubungan Kota Ternate, Faruk Albar di kantornya. Namun Faruk tak berada di ruangannya. Sementara, Camat Pulau Hiri, Rustam Malang, pun belum membalas pesan yang dikirim cermat hingga berita ini dimuat.

---

Rajif Duchlun