9 Hal Penyebab Gaji Kamu Belum Kunjung Naik

Membantu masyarakat Indonesia membuat keputusan keuangan dengan Cermat dan Tepat! Temukan produk keuangan terbaikmu di Cermati.com.
Tulisan dari Cermati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cermati.com - Di tengah biaya hidup yang semakin membumbung setiap tahunnya, dapat dipastikan banyak dari kita mengharapkan pendapatan yang bertambah. Entah itu melalui penghasilan sampingan ataupun dari kenaikan gaji. Akan tetapi, terkadang hal ini terhambat oleh berbagai masalah baik di lingkungan kerja maupun dari jenis pekerjaan itu sendiri. Mulai dari bidang pekerjaan yang tak cocok, rekan kerja yang membuat kurang nyaman hingga gaji yang tidak sesuai dan tidak kunjung naik.
Bicara soal uang memang sensitif, terutama jika kinerja yang kamu berikan terasa tidak sepadan dengan gaji yang Kamu terima. Pada kebanyakan kasus, banyak dari para karyawan yang mengharapkan kenaikan gaji namun hal itu tak kunjung juga menjadi kenyataan. Padahal, sejak semula Kamu sudah diiming-imingi akan mendapat kenaikan gaji setiap tahunnya. Jadi dimana letak kesalahannya?
Sebelum berargumen dan mengajukan protes ke perusahaan tempat Kamu bekerja, terlebih dahulu ada baiknya lakukan evaluasi diri. Karena tak jarang, bagi beberapa orang, justru penyebab mandeknya kenaikan gaji mereka ternyata ada pada dirinya sendiri. Berikut adalah beberapa sebab dan alasan yang mungkin membuat kamu tidak naik gaji.
1. Kurang Profesional
Bagaimana kinerja Kamu selama ini? Apakah sudah cukup profesional? Apa yang perusahaan harapkan dari kinerja Kamu? Umumnya beberapa orang tidak mendapat kenaikan gaji karena kinerja yang kurang profesional. Mungkin Kamu masih kurang rajin sehingga mendatangkan kerugian bagi perusahaan. Cobalah tingkatkan lagi kinerja Kamu agar lebih profesional lagi di mata pihak perusahaan tempat Kamu bekerja.
2. Kurang Kompeten
Jika kompetensi Kamu tidak sesuai dengan apa yang perusahaan harapkan, maka besar kemungkinan inilah penyebabnya. Serupa dengan poin pertama, ada baiknya coba tingkatkan dulu kompetensi Kamu dan lihat apa yang akan terjadi setelahnya. Peningkatan kompetensi semoga bisa memberikan peningkatan gaji, persis seperti yang Kamu yang harapkan. Mulailah bekerja dengan lebih efektif dan efisien serta selesaikan tugas-tugas yang diberikan atasan dengan cepat dan tepat waktu.
3. Sungkan Meminta Kenaikan Gaji
Jika Kamu sudah memandang kinerjamu cukup layak dan berhak untuk mendapat kenaikan gaji, maka tak ada salahnya untuk meminta dan menegosiasikan hal itu. Cobalah ajukan permintaan kenaikan gaji tersebut dan berikan bukti apa saja peningkatan signifikan serta kontribusi Kamu selama bekerja di perusahaan tempatmu bekerja.
Ketahui nilai guna Kamu sebagai karyawan. Jika memang yang Kamu berikan sudah optimal dan semua keunggulanmu terbukti secara signifikan memberikan kontribusi penting bagi kebaikan perusahaan, tentu kenaikan gaji pun tak cuma sekadar angan-angan. Jadilah lebih percaya diri dan vokal dalam memperjuangkan hakmu sebagai karyawan.
4. Kurang Menjual Potensi
Sedikit menjual potensi dengan disertai alasan yang logis dan rasional merupakan senjata agar permintaan Kamu dikabulkan. Lagi-lagi, jangan ciut sebelum berjuang selama Kamu memang merasa pantas dan berhak atas kenaikan gaji yang Kamu idamkan.
Jika yang Kamu kerjakan sudah maksimal sesuai ekspektasi perusahaan, maka dapat dipastikan Kamu akan lebih berani meminta ekstra atau setidaknya yang memang sesuai untuk Kamu dapatkan. Buat citra yang baik kepada atasan dan yakinkan bahwa kita dapat terus berkembang dalam jangka panjang.
5. Tidak Mematuhi Aturan
Lain padang, lain belalang. Lain lubuk, lain ikannya. Setiap perusahaan memiliki peraturannya masing-masing—yang tentu wajib ditaati oleh setiap pegawainya. Sudahkah Kamu mengikuti semua peraturan tersebut dengan tertib? Kalau Kamu masih suka melanggar peraturan yang berlaku, bukan tak mungkin performamu dinilai buruk oleh atasan. Sebagai imbasnya, kenaikan gaji pun tertunda jadinya. Patuhilah peraturan perusahaan dan bekerjalah dengan tertib. Karyawan yang tertib akan terlihat dari cara dia mematuhi regulasi dan peraturan yang berlaku.
6. Gender
Berhadapan dengan faktor yang satu ini, sepertinya memang kita tak bisa berbuat banyak untuk mengubahnya. Seperti yang kita ketahui, diskriminasi karena perbedaan gender masih berlaku hingga saat ini.
Riset yang dilakukan Brainiacs di Pasycale.com mengungkapkan, para wanita cenderung tidak mendapat kenaikan gaji bahkan ketika mereka sudah memiliki gelar MBA sekalipun. Penelitian ini mengungkapkan, 21 persen wanita yang memiliki gelar MBA tidak mendapatkan kenaikan gaji sama sekali walaupun mereka sudah memintanya.
Sedangkan untuk pria dengan gelar MBA, yang tidak mendapatkan kenaikan gaji hanya sebesar 10 persen saja.
7. Terikat Zona Aman
Takut tidak mendapat pekerjaan, takut kehilangan kesempatan atau kehilangan pekerjaan yang sudah ada saat ini memang merupakan hal wajar. Dalam wawancara kerja bagi fresh graduate, umumnya mereka tidak berani mengajukan angka tinggi ketika diberi kesempatan negosiasi gaji. Alasannya sederhana, karena takut tidak mendapat pekerjaan yang dilamar. Takutnya perusahaan lebih memilih orang lain dengan kemampuan sama namun meminta gaji lebih rendah. Terdengar familiar, bukan?
Atau bagi mereka yang merasa sudah berumur dan takut kehilangan pekerjaannya saat ini. Padahal, prasangka seperti ini belum tentu benar. Seringkali dalam negosiasi gaji, pihak rekrutmen justru akan menilai sebagaimana besar kita menghargai diri dan potensi yang dimiliki.
8. Tidak Mencari Solusi di Dalam Perusahaan
Jika gaji karyawan tidak naik-naik padahal sudah lama bekerja, Kamu seharusnya mencari solusi. Kamu bisa bertanya kepada atasan dan HRD terkait mengapa gaji tidak kunjung naik.
Bila penyebabnya karena penilaian kinerja, maka perusahaan akan mencarikan solusinya agar karyawan bisa bekerja lebih optimal dan mendapat kompensasi yang sesuai. Dengan begitu, Kamu pun bisa terbantu dan mengevaluasi diri.
9. Kurang Inovatif
Misalnya, dulu Kamu masuk dalam suatu perusahaan dengan kemampuan terbatas atau tidak bisa mengerjakan suatu pekerjaan sama sekali. Lalu Kamu diajarkan sampai bisa dan menguasai tugas-tugas Kamu. Namun selama Kamu bekerja, Kamu tidak melakukan inovasi atau menambah skill lain yang bisa meningkatkan nilai diri Kamu. Kemampuan yang tidak bertambah dan kurang inovatif bisa jadi adalah penyebab mandeknya kenaikan gaji.
Pada intinya, jika Kamu sudah senantiasa memberikan performa di atas rata-rata namun gajimu belum kunjung naik, Kamu bisa bertanya apa penyebab jelasnya mengapa gaji Kamu mandek. Namun jika performa kerja Kamu masih stuck di titik tertentu, temukan cara dan bekerjalah lebih ekstra agar performamu menjadi luar biasa, sehingga hasil itu nantinya bisa dikomparasi dengan kenaikan gaji yang Kamu ekspektasikan. Lepas dari itu semua, bila memang Kamu merasa pekerjaan yang sekarang tidak cocok, Kamu bisa mencari pekerjaan lain yang sesuai dengan minat dan memberikan kompensasi yang sesuai. Semoga Bermanfaat!
Baca Juga:
Ikuti Juga:
