Cerdas Investasi: Pahami Apa Itu IHSG, Manfaat dan Jenis Indeks Saham Lainnya

Membantu masyarakat Indonesia membuat keputusan keuangan dengan Cermat dan Tepat! Temukan produk keuangan terbaikmu di Cermati.com.
Tulisan dari Cermati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam dunia investasi saham, Anda pasti pernah mendengar tentang IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). IHSG sering dibicarakan karena harganya bisa naik dan turun pada saat jam perdagangan efek yang terbagi menjadi dua sesi, yaitu pukul 09.00 – 11.30 WIB dan pukul 13.30 – 14.49 WIB di setiap hari Senin – Jumat.
Baca Juga: Lakukan ini untuk Hindari Kerugian saat Main Saham
Bagi investor pemula atau Anda yang baru belajar tentang saham, tentunya Anda perlu paham dulu informasi secara umum tentang IHSG, manfaatnya dan jenis indeks saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Yuk, simak informasi lengkapnya pada ulasan berikut ini yang telah Cermati.com rangkum dari berbagai sumber.
Apa Itu IHSG?
IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan), dalam Bahasa inggris disebut Indonesia Composite Index (ICI) atau disebut juga IDX Composite, merupakan indeks yang mengukur kinerja semua saham-saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
IHSG merupakan barometer yang menunjukkan naik turunnya harga saham secara gabungan di BEI. Ada banyak saham yang tercatat di papan Utama Bursa Efek Indonesia dimana saham-saham tersebut memiliki pergerakan yang berbeda-beda, naik, turun ataupun stagnan.
Baca Juga: BEI Terbitkan Saham LQ45 Terbaru, Cek Daftarnya!
Data bursa per 29 September 2020, tercatat sebanyak 713 perusahaan tercatat atau ada sebanyak 713 saham di bursa efek.
Adapun IHSG ini mencerminkan pergerakan rata-rata dari keseluruhan saham-saham tersebut. Dengan kata lain, apabila IHSG naik maka sebagain besar saham-saham di Bursa juga ikut mengalami kenaikan, dan hal ini berlaku sebaliknya.
Apa Manfaat IHSG?
1 April 1983, IHSG hadir pertama kalinya di Indonesia, yakni di Bursa Efek Jakarta. Hari Dasar untuk perhitungan IHSG adalah tanggal 10 Agustus 1982. Pada tanggal tersebut, Indeks ditetapkan dengan Nilai Dasar 100 dan saham tercatat pada saat itu berjumlah 13 saham.
Baca Juga: Trik Berinvestasi Saham dengan Modal Minim
Semenjak itu, investor trader saham menggunakan IHSG sebagai penanda arah pergerakan pasar, mengukur tingkat keuntungan untuk melakukan trading atau transaksi jual-beli saham di pasar bursa, dan sebagai tolok ukur kinerja portofolio.
Sebagai contoh, IHSG biasanya menjadi cerminan dari pergerakan saham-saham yang masuk dalam LQ45 dan indeks saham lainnya.
Baca mengenai investasi saham IHSG yang cuannya bikin melek selengkapnya, disini!
