Lahir dari Keluarga Tajir, Reino Barack Juga Pernah Hidup Susah Loh

Membantu masyarakat Indonesia membuat keputusan keuangan dengan Cermat dan Tepat! Temukan produk keuangan terbaikmu di Cermati.com.
Tulisan dari Cermati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nama Reino Barack semakin banyak mencuri perhatian publik setelah dirinya menjalin hubungan dengan Syahrini. Pasalnya, kala itu, Reino diketahui sudah menjalin hubungan lama dengan Luna Maya terlebih dahulu.
Seolah tidak menggubris isu miring yang santer terdengar, Syahrini dan Reino akhirnya bersatu dalam ikatan pernikahan pada Februari 2019. Keduanya juga selalu tampak mesra dalam setiap kesempatan meski berbagai gosip tak sedap menimpa.
Baca Juga: Jarang Tampil Seksi, Marsha Aruan Buktikan Diri Tetap Laris Manis
Selain akibat isu miring, Reino juga dikenal masyarakat sebagai seorang pengusaha yang kaya raya. Usaha yang dimilikinya pun bergerak dalam berbagai bidang, mulai dari menjadi bos dari MNC New Media media hingga usaha kuliner.
Namun, pastinya banyak orang yang tidak akan percaya kalau pria yang terlahir di tengah keluarga kaya raya ini, pernah mengalami hidup susah ketika tinggal di negeri orang. Tapi dengan berusaha keras, ia bangkit hingga seperti sekarang ini.
Agar tidak penasaran, berikut tim Cermati.com sajikan fakta seputar Reino Barack yang dirangkum dari berbagai sumber.
Pernah Alami Hidup Susah di Negeri Orang
Selain memiliki wajah tampan, ternyata Reino juga datang dari keluarga konglomerat. Semenjak kecil, dirinya sudah hidup dalam lingkungan yang serba kecukupan.
Tidak mengherankan mengingat sang ayah adalah Rosano Barack yang merupakan pengusaha sukses. Perusahaan besar seperti Global Mediacom, PT Plaza Indonesia Realty Tbk dan beberapa perusahaan lain berada di bawah pimpinannya.
Meski begitu, ternyata Reino kecil tidak tumbuh sebagai sosok yang manja dan mengandalkan orang tua. Apa yang sudah diraihnya saat ini merupakan hasil kerja keras yang dilakukannya semenjak muda.
Mengenyam pendidikan di negeri orang dan tinggal jauh dari orang tua membuat pria kelahiran 21 Juni 1984 ini tumbuh menjadi sosok mandiri.
Hidupnya pun tidak selamanya mulus. Dalam beberapa fase, putra pasangan Reiko dan Rosano Barack ini juga pernah mengalami masa sulit.
Sewaktu sekolah di Swiss, Reino pernah merasa kelaparan karena di kantongnya hanya ada 1 koin yang senilai dengan 50 perak.
Magang di Jepang, kehidupannya juga tidak mudah, yaitu pekerjaan yang dilakoninya benar-benar menguras waktu dan tenaga. Hampir 24 jam waktunya dihabiskan di kantor. Dia pun tidak diperbolehkan pulang sampai pekerjaannya terselesaikan.
Baca Juga: Putus Kuliah Demi Karir, Begini Kisah Chika Jessica yang Jadi Tulang Punggung Keluarga
Saat Reino baru memulai bekerja di sebuah perusahaan besar, dirinya tidak langsung mendapat posisi yang terbaik. Berhubung tidak ada pekerjaan yang diberikan, Reino beralih profesi menjadi tukang antar surat di perusahaannya itu.
Berkat kegigihannya tersebut, akhirnya dia dapat bertemu para pegawai dan memiliki kesempatan untuk berinteraksi mempromosikan kemampuan yang dimilikinya.
Pengalamannya di masa muda itu pun semakin menempa Reino untuk bermental baja dan berhasil sukses seperti sekarang ini.
Baca artikel selengkapnya di sini.
