Seberapa Penting Pengaruh Personal Branding di Era Digital?

Masters Degree Student of Management at Jendral Soedirman University
Tulisan dari Firda Amalia Widyaningrum tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Personal branding itu apa sih?
Istilah personal branding pertama kali digunakan dan didiskusikan pada sebuah artikel tahun 1977 oleh Tom Peter. Terdapat sumber tulisan lain dalam bentuk buku yang berjudul "The Brand Called You" yang ditulis oleh Peter Montoya yang mengatakan bahwa personal branding merupakan cara seseorang "mengatur" presepsi orang lain terhadap kita.
Menurut D Venciute, personal branding merupakan sebuah proses proaktif, terencana, dan strategis yang dilakukan seseorang untuk mengkomunikasikan keunikan mereka. Lebih singkatnya, personal branding adalah sebuah proses “menjual” diri layaknya sebuah merk yang harus dipasarkan di pasaran, di dalamnya bisa terdapat kepribadian, keahlian, dan konsistensi karakter kita.
Personal branding memiliki tiga dimensi utama:
Kompetensi
Unik
Reputasi
Dimensi kompetensi lebih menspesialisasikan diri kita sehingga terfokus. Dimensi unik harus selalu dipadukan dengan perkembangan teknologi sehingga tidak tertinggal jaman dan terus mengikuti trend. Dimensi reputasi dapat dibangun dengan bertukar ilmu dengan orang yang lebih tinggi ilmunya sehingga terjadi sebuah kenaikan kualitas diri.
Seberapa penting sih personal branding?
Personal branding dapat kita bangun dengan tujuan untuk membuat orang lain memiliki pandangan dan penilaian terhadap diri kita sesuai dengan yang kita harapkan. Personal branding membuat kita berbeda dengan yang lain dan memiliki keunikan tersendiri. Hal terkuat dari sebuah personal branding adalah kompetensi.
Kompetensi merupakan kombinasi antara pengetahuan, keterampilan, kemampuan, sikap, dan perilaku yang diperlukan dalam suatu tujuan tertentu. Dalam hal pendidikan dan karir, kompetensi sering digunakan untuk mengukur tingkat keahlian atau kemampuan seseorang dalam bidang tertentu. Hal yang perlu dicatat, kompetensi bersifat dinamis. Kompetensi dapat berkembang seiring dengan waktu pembelajaran dan pengalaman yang kita dapatkan. Lalu, bagaimana cara mendapatkan kompetensi yang baik? Cara mendapatkan kompetensi yang baik dalam diri kita:
Mengenyam pendidikan.
Berada di lingkungan yang positif.
Mengikuti pelatihan.
Berkontribusi pada aktivitas yang membuat pengalaman praktis.
Refleksi atas prestasi yang dicapai dan kegagalan.
Kompetensi yang baik akan membantu kita untuk membangun personal branding yang baik. Membangun personal branding sangat penting untuk menjadi salah satu hal yang memudahkan kita bersaing dengan orang lain dalam karir dan memikat orang lain untuk menjalin kerja sama. Tidak semata hal itu, personal branding juga dapat bermanfaat terhadap kepercayaan orang lain kepada kita dan dapat mempengaruhi cara bertindak mereka.
Lalu seberapa penting personal branding di era digital saat ini?
Pada prespektif yang dikemukakan oleh Prof Rhenald Kasali yang mengatakan bahwa terdapat pilihan “Uang atau Nama”, kita memiliki dua pilihan untuk membangun hidup. Hal pertama adalah dengan mendapatkan uang dan hal kedua adalah dengan mendapatkan nama.
Pilihan membangun hidup dengan cara mendapatkan uang.
Pertanyaannya adalah seberapa besar uang yang akan kita dapat? Orang yang telah mendapatkan uang akan cenderung merasa tidak puas dan terus mencari nilai uang yang jauh lebih besar. Hal ini dikarenakan mereka cenderung memikirkan world live balance dan financial freedom.
Pilihan membangun hidup dengan cara mendapatkan nama.
Orang yang membangun hidup dengan cara mendapatkan nama bekerja lebih keras, karena dituntut untuk selalu mendapatkan ilmu dan memiliki sebuah keahlian. Orang yang mencari nama akan menjaga hubungan baik dengan orang lain dan tidak perhitungan atau yang disebut dengan membangun sebuah relasi. Menurut prespektif Prof Rhenald Kasali, orang yang membangun hidup dengan mencari nama memiliki penghasilan yang jauh lebih tinggi, bahkan lebih banyak dikejar uang.
Pada era digital saat ini kita bisa dengan mudah membangun sebuah "nama" atau personal branding melalui banyak platform media sosial. Kelebihan media sosial adalah mudah diakses oleh semua orang dan mudah untuk memahami algoritma trend-nya, sehingga jika melakukan personal branding di media sosial kita dapat dengan mudah mendapatkan perhatian orang lain untuk membangun sebuah relasi dan kerjasama. Hal ini dapat menjadi hal positif dan negatif. Namun, selama kita bisa mengkontrol alur konten media sosial kita dalam hal membangun personal branding tentu hal itu akan menjadi sesuatu yang sangat positif dan bermanfaat.
Lalu bagaimana dengan hal uang?
Membangun personal branding pada media sosial dapat membantu kita dalam mencapai pilihan hidup mencari nama. Contohnya diumpamakan seperti kita melakukan personal branding pada media sosial terkait dengan keahlian kita dalam menganalisis brand kosmetik atau yang disebut sebagai beauty reviewer, dimana kita perlu melakukan analisis kosmetik berdasarkan ilmu yang telah dipelajari dan dapat bermanfaat untuk orang lain, sehingga membuat orang lain menjalin sebuah engagement.
Perusahaan produk kosmetik tersebut melihat pasar yang tinggi, sehingga mereka akan mencoba membangun kerja sama dengan sistem endorsement kepada kita. Hal tersebut terjadi seperti sistem domino dan akan memberikan kita uang terus menerus. Lalu apakah bisa bertahan lama? Jawabannya tentu bisa. Caranya adalah dengan konsisten menjaga personal branding yang telah dibangun dan terus mengembangkan diri dengan mendapatkan ilmu ilmu baru untuk mengikuti trend yang terus berjalan ke depan.
Kesimpulannya, membangun personal branding pada saat ini adalah hal yang sangat penting karena memudahkan kita untuk bersaing dalam karir serta mendapatkan nama untuk menghadirkan uang. Media sosial dapat menjadi alat bantu yang sangat bermanfaat dalam membangun personal branding yang dapat memudahkan kita untuk menjalin kerja sama dengan orang lain, selama kita melakukannya secara konsisten dan mengikuti algoritma trend yang terus bergerak dalam hal pengembangan diri.
