Konten dari Pengguna

KKN UNDIP Edukasi Pemuda Desa Rejosari tentang Hindari Hoax dan Literasi Digital

Hawaa Sakhiyyah

Hawaa Sakhiyyah

Mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Hawaa Sakhiyyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hawaa Sakhiyyah, mahasiswa program studi Ilmu Perpustakaan, Universitas Diponegoro, yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Rejosari melaksanakan program kerja monodisplin dengan judul "Hindari Hoax dengan Mengembangkan Kemampuan Literasi Digital dan Bijak dalam Bermedia Sosial”. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali generasi muda desa dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi tantangan era digital, terutama terkait maraknya penyebaran hoax di media sosial.

Dokumentasi pelaksanaan program kerja monodisiplin, Hawaa Sakhiyyah, bersama pemuda dan pemudi Desa Rejosari
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi pelaksanaan program kerja monodisiplin, Hawaa Sakhiyyah, bersama pemuda dan pemudi Desa Rejosari

Kegiatan ini dilakukan pada Sabtu, 27 Juli 2024, yang dihadiri oleh pemuda dan pemudi Desa Rejosari. Kegiatan dimulai dengan pemaparan tentang definisi hoax, bagaimana ciri-cirinya, jenis-jenis hoax yang sering muncul di media sosial, apa saja dampak yang mungkin muncul bagi individu dan masyarakat, serta bagaimana cara mengatasi hoax. Tim KKN UNDIP memberikan contoh-contoh nyata dari hoax yang pernah viral di masyarakat.

Selanjutnya, peserta juga diajak untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Tim KKN menekankan pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkannya, serta memberikan tips tentang cara mengenali informasi yang meragukan. Tidak hanya itu, peserta juga diberi pelatihan dasar literasi digital, termasuk cara memanfaatkan mesin pencari untuk memverifikasi fakta dan memanfaatkan sumber informasi yang terpercaya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Rejosari, khususnya generasi muda, menjadi lebih cerdas dan bertanggung jawab dalam mengelola informasi yang mereka terima dan sebarkan di media sosial. Diharapkan dengan adanya penyuluhan ini, para pemuda Desa Rejosari dapat menjadi lebih kritis dan bijak dalam bermedia sosial, serta mampu menghindari penyebaran informasi palsu yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain.