Mahasiswa SV IPB Gelar Penyuluhan PHBS Dampingi Baduta Stunting di Tegallega

Mahasiswi Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi Angkatan 61 (24), Sekolah Vokasi IPB University.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Cintya Fianda tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sinergi Akademisi, Puskesmas Sempur, dan Kelurahan Tegallega Edukasi 34 Keluarga Baduta

BOGOR – Mahasiswi Program Studi Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi (MIJMG) Sekolah Vokasi IPB University menggelar "Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Bagi Ibu Baduta dan Kader Posyandu sebagai Upaya Pendampingan Penderita Stunting" pada Sabtu (3/10/2026) di Aula Kantor Kelurahan Tegallega, Kota Bogor. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah nyata pendampingan bagi keluarga baduta stunting melalui edukasi penerapan pola hidup bersih dan gizi seimbang.
Kegiatan dimulai dengan sambutan dari SV IPB Dr. R.A. Hangesti Emi Widyasari, S.Pi., M.Si., Sekretaris Lurah Tegallega Ibu Hj. Ida Nuraida, S.IP., M.M., dan Kepala UPTD Puskesmas Sempur dr. Victor Saija, M.K.M. Dihadiri oleh 2 orang perwakilan LPM Tegallega, TP PKK, 19 orang kader posyandu, 34 orang anak baduta stunting yang didampingi oleh 36 orang bapak dan ibu baduta, serta 17 orang mahasiswa dengan total peserta yang hadir sebanyak 111 orang.
Pihak kelurahan dan puskesmas mengapresiasi kolaborasi mahasiswa dan dosen SV IPB dalam mendukung pendampingan balita stunting di wilayahnya. "Permasalahan stunting memerlukan sinergi dan pendampingan yang berkelanjutan. Kami sangat menyambut baik kehadiran mahasiswi IPB yang hadir memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, khususnya bagi para orang tua baduta stunting serta kader posyandu sebagai pendamping di lapangan," ujar Hj. Ida Nuraida.
Sesi edukasi disampaikan oleh narasumber dosen SV IPB University, Dr. R.A. Hangesti Emi Widyasari, S.Pi., M.Si., tentang “Gizi Seimbang dan Pendampingan Anak Stunting” dan presentasi mahasiswi, Mutiara Azka M. serta Fathinah Dwi P tentang “Misi Rumah Sehat, Atasi Stunting” yang mencakup 3 misi utama PHBS: Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), penggunaan air bersih & kebersihan rumah, serta penerapan pendekatan WASH (Water, Sanitation, and Hygiene).
"Rumah adalah lingkungan pertama anak. Sanitasi yang buruk memicu infeksi berulang yang dapat memperberat kondisi anak stunting. Oleh karena itu, penerapan PHBS dan gizi seimbang di rumah tangga menjadi aspek krusial sebagai upaya pendampingan tumbuh kembang anak, khususnya pentingnya kebersihan lingkungan rumah dalam proses pemulihan anak stunting jelas” ujar Dr. Hangesti.
Pada sesi interaktif, mahasiswa memandu peserta menyaksikan video demonstrasi kebersihan peralatan makan serta 6 langkah Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang benar. "Melalui demonstrasi ini, kami ingin memberikan panduan praktis bagi para orang tua dan kader dalam menerapkan kebiasaan higienis sehari-hari untuk mendampingi kesehatan anak" tutur Mutiara.
Rangkaian acara ditutup dengan pengerjaan post-test, pembagian sarana edukasi berupa Kalender PHBS, penyerahan kenang-kenangan, serta foto bersama. Ketua Pelaksana Kegiatan berharap penyuluhan ini memberikan manfaat berkelanjutan. "Kami berharap upaya pendampingan ini dapat diteruskan secara konsisten oleh para kader di seluruh Posyandu wilayah Kelurahan Tegallega," tutupnya.
