Konten dari Pengguna

Anime Sebagai Gerbang Politik

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Charlos Algun tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anime atau animasi yang berasal dari jepang, merupakan hal yang sudah umum di kalangan masyarakat contoh yang pasti dikenal ialah Doraemon dan Naruto, jika yang generasi muda tau pasti Tokyo Ghoul, Chainsaw man dan Bleach.

Orang mungkin pernah mendengar atau melihat atau bahkan sekedar tahu mengenai Meet up atau Convention yang sering di adakan Cumifuro (Comic Frontier) maupun yang lainnya, setiap kita datang pasti ada yang namanya cosplayer, cosplayer sendiri adalah julukan bagi orang yang bermain peran menggunakan kostum menyerupain suatu karakter yang berawal dikenal dari karakter Anime,

https://unsplash.com/photos/a-large-group-of-people-walking-through-an-airport-bAvxyfH-WuY
zoom-in-whitePerbesar
https://unsplash.com/photos/a-large-group-of-people-walking-through-an-airport-bAvxyfH-WuY

hal ini mendorong popularitas dari suatu seris maupun karya fiksi lainnya, tapi bagaimana suatu popularitas yang tak berhubungan dengan politik ini justru bisa sangat berpengaruh?

"Negara membutuhkan ketenaran atau identitas yang dapat dikenal." Popularitas menjadi salah satu kunci kita mengetahui bahwa Jepang di gambarkan adem, ramah, baik maupun keren futuristik dari anime kita mengakui bahwa kita belom pernah kesana, tapi dari bagaimana animasinya menggambarkan kita bisa mengetahui gambaran dari negara tersebut seperti apa, dan ini bisa merubah bagaimana sebuah aktor negara bertindak, dorongan masyarakat yang sudah menilai baik Jepang akan memudahkan jalan Jepang untuk bekerjasama dengan negara yang sudah mengetahui budaya mereka, contoh Indonesia.

https://unsplash.com/photos/two-people-shaking-hands-over-a-wooden-table-NzIV4vOBA7s

Dalam kacamata Hubungan Internasional kejadian ini dinamakan soft power (dikemukakan oleh Joseph Nye) , "bagaimana suatu negara dapat memengaruhi negara lain melalui budaya, film maupun media". Kita melihat dari Jepang menciptakan animasinya booming dan diminati anak-anak muda membuat negara tersebut dapat menerima kedatangan dan kerjasama dari Jepang dengan sangat mudah dan diterima baik oleh masyarakatnya, yang pasti saat kita mendengar Jepang pasti yang kita bayangkan itu bunga sakura, animenya, keindahan gunung fuji maupun budaya.

Jika ditarik dengan benang merah, Anime tidak hanya mengenai animasi Jepang yang bagus dan lucu, tapi juga mengenai bagaimana negara Jepang bisa mengenali dirinya secara global tanpa berbicara langsung namun melalui cerita dan persona.

Daftar Referensi

Nye, J. S. (2004). Soft Power: The Means to Success in World Politics. PublicAffairs

Iwabuchi, K. (2002). Recentering Globalization: Popular Culture and Japanese Transnationalism. Duke University Press.