Konten dari Pengguna

Upaya Polindes Golokan dalam Penurunan Angka Stunting dengan Mahasiswa Untag

Chatlyn Amelia

Chatlyn Amelia

Mahasiswa Unversitas 17 Agustus 1945 Surabaya

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Chatlyn Amelia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

KKN (Kuliah Kerja Nyata) merupakan kegiatan pengabdian yang dilaksanakan oleh mahasiswa untuk membantu menyelesaikan permasalahan masyarakat di suatu daerah atau wilayah tertentu. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah di perlajari di bangku kuliah secara langsung di tengah masyarakat.

Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menyelenggarakan program KKN pada wilayah Kabupaten Gresik, yang mencakup dua Kecamatan yaitu Kecamatan Bungah dan Kecamatan Sidayu. Pada pengelompokan KKN R-23 ditempatkan pada Desa Golokan, Kecamatan Sidayu.

Salah satu hal yang menarik di Desa Golokan ini adalah pelaksanaan kegiatan posyandu yang dilakukan secara rutin elama satu minggu berurut-turut, dengan setiap harinya difokuskan pada satu RW. Pola pelaksanaan seperti ini memungkinkan pemantauan di tiap RW berjalan lebih optimal, sehingga polindes dapat memperoleh hasil yang lebih spesifik dalam memantau perkembangan tumbuh kembang pada balita serta Kesehatan bagi lansia, ibu hamil serta ibu menyusui.

Pengukuran TB Posyandu

Program kerja yang disusun berdasarkan kebutuhan ibu-ibu posyandu dalam pemenuhan gizi setiap harian, mengingat pengolahan pangan yang mereka lakukan masih terbatas pada bahan protein yang mudah di olah. Mengingat Desa Golokan dikenal sebagai penghasil ikan bandeng dan lele, potensi hasil alam tersebut dapat dijadikan sebagai peluang untuk memberikan edukasi mengenaipemenuhan protein dari bahan pangan yang mudah ditemukan di daerah sendiri.

Antusiasme warga Desa golokan terhadap kegiatan penyuluhan tergolong belum maksimal, terlihat dari sulitnya mengumpulkan peserta dalam jumlah besar secara berkelompok. Oleh karena itu, penyuluhan dilakukan secara person to person agar propsesnya dapat berjalan lebih efektif. Pendekatan ini justru dirasakan lebih efektif karena warga memperoleh perhatian dan lebih fokus sehingga informasi yang disampaikan menjadi lebih mudah diterima.

Kegiatan psyandu rutin ini menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa untuk memberikan pemahaman kepada ibu-ibu pesrta mengenai pentingnya mengikuti kegiatan bulanan guna mengetaahui tumbuh kembang anak melaluil hasil pemeriksaan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa turut berkontribusi bersama Polindes dan kader Kesehatan Posyandu dalam proses pemeriksaan secara lansgung.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa memperoleh banyak pembelajaran, mulai dari memahami minat warga hingga menemukan ritme yang tepat untuk menarik perhatian audiens dalam penyuluhan. Pengalaman inimejadi bekal kesiapan mahasiswa dalam menyusun strategi penyuluhan melalui mind mapping yang disesuaikan dengan tingkat antusiasme warga.