Konten dari Pengguna

Apakah Inner Childku Sedang Terluka?

Chelsea Theresia Wang

Chelsea Theresia Wang

Mahasiswa Psikologi Universitas Pembangunan Jaya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Chelsea Theresia Wang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Inner Child. Foto : Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Inner Child. Foto : Shutterstock

Pernahkah kalian mendengar teman kalian atau orang-orang di lingkungan sekitar kalian yang mengatakan bahwa kalau kalian memiliki sikap begini itu diartikan bahwa inner child kalian terluka? atau dikatakan kalian memiliki pola pikir seperti itu, pertanda inner child kalian terabaikan? Jika memang pernah mendengar perkataan tersebut, sebelum mengetahui lebih dalam lagi, sebenarnya inner child itu apa sih dan seberapa penting serta pengaruhnya dalam kehidupan kita? (Ranitta, 2022).

Apa Itu Inner Child?

Berdasarkan dari Psychology Today, inner child merupakan peristiwa masa kecil yang baik dan buruk yang dapat membentuk kepribadian seseorang. Menurut Ikhsan Bella Persada M. Psi., Psikolog menjelaskan bahwa inner child tidak bisa dilihat secara kasat mata, tetapi inner child sudah ada dalam bagian diri seseorang (Aprinda, 2023).

Walaupun begitu, ada hal yang disayangkan dikarenakan inner child ini dapat menyerap setiap energi negatif, baik yang berasal dari perilaku maupun ucapan dari seseorang yang kalian anggap seharusnya mereka bisa memberikan rasa aman bagi kalian (Hapsari, 2022). Selain itu, adapun konflik, trauma, atau dendam dari masa lalu yang belum terselesaikan yang menghasilkan istilah inner child yang terluka dan hal ini dapat mempengaruhi kalian dalam mengambil keputusan, menjalin hubungan dengan orang lain, perilaku, pola pikir, dan manajemen emosi ketika sudah dewasa (Ranitta, 2022).

Mengapa Inner Child Bisa Terluka dan Tandanya Apa?

Menurut psikolog Ikhsan, inner child jika sudah terluka dan tidak bisa diatasi bisa menimbulkan masalah di kemudian harinya. Peristiwa yang membuat inner child terluka bisa berasal dari pengalaman yang menyakitkan selama masa kecil, seperti adanya kekerasan (Aprinda, 2023). Selain itu, bisa berasal dari pola asuh yang salah, kekerasan keagamaan, diskriminasi berbasis SARA, bullying, meninggalnya anggota keluarga atau orang terdekat, kejadian traumatis, perpecahan dalam keluarga, dan masih banyak lainnya (Ranitta, 2022).

Adapun tanda-tanda yang menunjukkan bahwa inner child kalian terluka, yaitu mudah mencurigai orang lain, selalu berusaha menyenangkan orang lain, memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah, merasa ada yang salah dengan dirinya, sering mengalami kesulitan dalam memulai dan menyelesaikan sesuatu, berusaha menghindari konflik dengan berbagai usaha, dan masih banyak tanda-tanda yang bisa ditunjukkan (Hapsari, 2022).

Bagaimana Mengatasi Inner Child yang Terluka?

Ada berbagai cara yang bisa membantu untuk mengatasi inner child kalian yang terluka, yaitu : (Bella, 2022)

  • Memahami apa yang terjadi dalam diri. Seseorang yang mengalami inner child yang terluka, harus bisa memahami apa yang terjadi dalam dirinya. Walau begitu, tidak semua orang dapat mudah memahami dirinya sendiri, maka dari itu bisa mencari pertolongan juga dengan berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

  • Menulis jurnal. Dengan menulis jurnal bisa menjadi media untuk melepaskan emosi dan melakukan refleksi diri terhadap pengalaman yang telah dilalui.

  • Melakukan meditasi. Dengan meditasi bisa membantu dalam kesehatan fisik dan mental serta bisa membantu seseorang untuk mengenali apa yang terjadi pada dirinya yang dapat memudahkan untuk mengontrol emosi pada pemicu inner child yang terluka.

  • Melakukan kegiatan yang menyenangkan. Dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan dapat membuat seseorang tersebut bisa melupakan sejenak masalah yang sedang dihadapi dan membangkitkan energi positif dalam diri sehingga membantu seseorang mengenali dan mengatasi luka inner child.

Setiap orang memiliki inner child pada dirinya masing-masing dan memiliki respon yang berbeda. Selain itu, setiap orang juga memiliki peristiwa yang berbeda yang bisa saja menyebabkan inner child yang ada di dalam bagian diri kita bisa mengalami terluka. Maka dari itu, belajarlah untuk tidak menganggap sepele setiap apa yang terjadi pada diri kita masing-masing karena setiap peristiwa dapat membentuk kepribadian kita serta juga bisa menjadi luka bagi inner child kita.