Dorothea: Ketika Jarak dan Waktu Perlahan Mengubah Sebuah Pertemanan
Tulisan dari Chelsea Cew tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

“dorothea” adalah salah satu lagu dari penyanyi asal Amerika, Taylor Swift, dalam album evermore yang dirilis pada tahun 2020. Lagu ini ditulis oleh Taylor Swift dan menceritakan seseorang, yang dalam lagu disebut sebagai Dorothea, pergi meninggalkan kota kecilnya untuk menjalani kehidupan baru. Awalnya, mungkin lagu ini hanya menceritakan kisah sederhana mengenai seseorang yang pergi dan kemudian menjadi sukses di kota barunya. Namun, bagi saya, “dorothea” adalah lagu yang bercerita tentang sebuah hubungan pertemanan yang berubah seiring berjalannya waktu. Pertemanan yang dulunya dekat, terasa hangat, dan bahkan dianggap sebagai tempat aman, tetapi kemudian perlahan hubungan tersebut berubah menjadi kaku, canggung, dan mungkin hanya sekadar saling sapa ketika bertemu.
Secara garis besar, lagu ini menggambarkan seorang narator yang masih berada di tempat asal mereka, sementara Dorothea telah pergi dan menjalani kehidupan barunya. Dorothea digambarkan telah memiliki kehidupan yang berbeda, bertemu banyak orang, dan mungkin mendapatkan perhatian yang sebelumnya belum pernah dirasakan. Di sisi lain, narator masih mengingat masa-masa ketika mereka bersama. Dalam lagu ini, tidak ada konflik besar atau pertengkaran yang menyebabkan mereka berpisah. Menurut saya, hal tersebut justru membuat ceritanya terasa realistis karena memang ada hubungan yang berubah, bukan karena suatu masalah besar, tetapi karena masing-masing orang tumbuh dan berjalan ke arah yang berbeda dalam mengejar kehidupan serta mimpi mereka.
Untuk saya sendiri, inti dari “dorothea” bukan hanya tentang seseorang yang berubah, tetapi tentang bagaimana perubahan tersebut memengaruhi sebuah hubungan. Ketika seseorang pergi, mempunyai lingkungan baru, dan menjalani kehidupan yang berbeda, hubungan dengan orang-orang yang dulu pernah saling mengenal juga bisa berubah. Hubungan yang sebelumnya sangat dekat dan terasa hangat, yang melakukan banyak kegiatan bersama, akhirnya hanya menjadi kenangan. Pada lagu ini, narator tidak menunjukkan kemarahannya kepada Dorothea karena perubahan tersebut. Justru, lagu ini menyampaikan perasaan tersebut dengan lembut, seolah narator memahami bahwa kehidupan mereka memang sudah berbeda dan perubahan tersebut merupakan sesuatu yang mungkin terjadi ketika seseorang beranjak dewasa.
Bagian lirik yang paling bermakna bagi saya adalah bagian ketika narator mengatakan bahwa tidak pernah ada kata terlambat bagi Dorothea untuk kembali, dan bahwa jika suatu saat ia lelah dengan kehidupan barunya, masih ada seseorang dari masa lalu yang mengenalnya. Bagi saya, bagian tersebut bermakna bahwa tidak ada kata terlambat untuk kembali. Kembali di sini bukan berarti kembali menjadi dirinya yang dulu atau meninggalkan kehidupan barunya. Melainkan, lagu ini ingin menyampaikan bahwa ketika Dorothea merasa lelah dengan kehidupan barunya, masih ada seseorang dari masa lalu yang mengenalnya dan akan tetap menerima dirinya. Hal tersebut membuat lagu ini terasa seperti sebuah bentuk penerimaan tanpa tuntutan, bukan ajakan untuk mengulang masa lalu.
Selain liriknya, alunan musik dan nada dari “dorothea” memberikan kesan nostalgia. Melodinya terdengar ringan, hangat, dan santai sehingga lagu ini tidak terdengar seperti perpisahan yang menyedihkan. Nuansa musik yang tenang tersebut justru sesuai dengan isi lagunya yang membicarakan perubahan hubungan tanpa adanya konflik besar. Vokal Taylor Swift juga terdengar lembut dan tidak berlebihan, sehingga perasaan rindu dan nostalgia dalam lagu terasa lebih sederhana dan intim. Menurut saya, perpaduan antara vokal, melodi, dan aransemen yang tidak terlalu ramai membuat pendengar lebih mudah berfokus pada cerita dan lirik yang disampaikan.
Salah satu kelebihan dari lagu ini adalah kemampuannya menggambarkan perubahan dalam sebuah hubungan dengan cara yang sederhana dan tidak berlebihan. Lagu ini menunjukkan bahwa tidak semua pertemanan berakhir karena pertengkaran. Terkadang, hubungan hanya berubah karena jarak, waktu, dan kehidupan yang membawa masing-masing orang ke jalan yang berbeda. Liriknya juga tidak secara langsung menyebut hubungan tersebut sebagai pertemanan, sehingga pendengar bisa menghubungkannya dengan pengalaman mereka sendiri, baik mengenai teman, kekasih, sepupu, maupun keluarga. Menurut saya, sifat lirik yang cukup terbuka tersebut menjadi salah satu hal yang membuat lagu ini mudah memiliki makna yang berbeda bagi setiap pendengarnya.
Namun, kesederhanaan tersebut juga dapat menjadi kekurangan bagi sebagian pendengar. Lagu ini tidak menjelaskan hubungan antara narator dan Dorothea secara gamblang sehingga pendengar mungkin membutuhkan interpretasi sendiri untuk memahami hubungan keduanya. Selain itu, alunan musiknya yang tenang dan tidak terlalu banyak perubahan mungkin terasa monoton bagi pendengar yang lebih menyukai musik dengan tempo atau aransemen yang lebih ramai. Meskipun demikian, menurut saya, karakter musik yang sederhana tersebut justru sesuai dengan suasana nostalgia yang ingin dibangun oleh lagu.
Secara keseluruhan, saya memandang “dorothea” sebagai lagu tentang sebuah pertemanan yang berubah karena jarak, waktu, dan kehidupan yang membawa orang-orang ke jalan yang berbeda. Lagu ini tidak menggambarkan perubahan sebuah hubungan sebagai sesuatu yang harus berakhir dengan kebencian. Terkadang, memang secara naluriah, manusia akan tumbuh ke arah yang berbeda dan tidak lagi sedekat dulu, tetapi bukan berarti hubungan mereka menjadi tidak berarti. Justru, masih adanya rasa peduli dan penerimaan terhadap seseorang meskipun hubungan tersebut sudah berubah menjadi inti yang membuat lagu ini terasa hangat bagi saya.
“dorothea” cocok bagi pendengar yang pernah memiliki seseorang yang dekat, namun pada akhirnya harus berjarak karena kehidupan masing-masing. Bagi saya, lagu ini terasa seperti pengingat bahwa tidak semua hubungan yang berubah harus dianggap sebagai sesuatu yang gagal. Ada orang-orang yang mungkin tidak lagi hadir dalam kehidupan kita seperti dulu, tetapi kenangan dan rasa peduli terhadap mereka tetap dapat bertahan. Itulah yang membuat “dorothea” terasa sederhana, tetapi sekaligus memiliki makna yang cukup dalam bagi saya.

