Dari Bahasa Ibu ke Bahasa Global: Rahasia Belajar Bahasa Asing Secara Efektif!

Mahasiswi Universitas Bunda Mulia
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Chika Juniana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kenali manfaat, hambatan, dan strategi agar belajar bahasa asing menjadi menyenangkan.

Pengertian Bahasa Asing
Menurut saya, belajar bahasa asing itu menarik, tetapi juga tidak selalu mudah. Bahasa asing merupakan bahasa yang bukan bahasa ibu, atau bahasa yang berasal dari negara lain. Kalau bahasa ibu biasanya sudah kita kenal sejak kecil karena digunakan oleh keluarga dan lingkungan sekitar, bahasa asing perlu kita pelajari dari awal. Kita bisa mempelajarinya di sekolah, universitas, tempat kursus, atau bahkan secara otodidak.
Manfaat Belajar Bahasa Asing
Salah satu alasan mengapa bahasa asing penting untuk dipelajari adalah karena bahasa dapat memudahkan kita berkomunikasi dengan orang dari negara lain. Walaupun kita belum bisa berbicara dengan sempurna, setidaknya kita bisa mencoba memahami dan menyampaikan apa yang ingin kita katakan.
Selain itu, belajar bahasa asing juga bisa membuat pergaulan kita menjadi lebih luas. Kita bisa mendapatkan teman dari berbagai negara dan belajar langsung dari mereka. Menariknya, kita bukan hanya belajar bahasanya, tetapi juga bisa mengetahui kebudayaan dari negara mereka.
Bahasa asing juga bisa memberikan wawasan baru dan menjadi bekal untuk masa depan. Misalnya, suatu saat kita ingin bekerja dengan orang dari negara lain, menjalankan bisnis internasional, atau bahkan bekerja di luar negeri. Kemampuan bahasa asing tentunya bisa membantu kita dalam berkomunikasi dan beradaptasi.
Hambatan Belajar Bahasa Asing
Namun, belajar bahasa asing juga punya hambatan. Salah satunya adalah masalah konsistensi. Kadang kita sangat semangat ketika baru mulai belajar, tetapi setelah beberapa waktu mulai bosan atau merasa bahasa tersebut terlalu sulit. Akhirnya, belajar menjadi tidak rutin.
Selain itu, belajar secara otodidak juga bisa terasa cukup sulit karena kita tidak selalu punya teman untuk diajak berlatih. Kita mungkin bisa memahami teori dan menghafal banyak kosakata, tetapi ketika harus berbicara langsung, tiba-tiba malah lupa semuanya. Rasa malu dan tidak percaya diri juga sering muncul karena takut salah atau takut ditertawakan oleh orang lain.
Menurut saya, masalah lainnya adalah terlalu banyak belajar teori tetapi kurang melakukan praktik. Padahal, bahasa bukan hanya tentang menghafal kosakata. Kita juga perlu menggunakannya secara langsung supaya lidah kita semakin terbiasa.
Strategi Belajar Bahasa Asing
Karena itu, ada beberapa cara yang menurut saya bisa dilakukan agar belajar bahasa asing terasa lebih menyenangkan. Kita bisa mulai dengan sering membaca dan menulis. Kalau sedang belajar bahasa Jepang atau Mandarin, kita bisa berulang kali menulis huruf yang dipelajari supaya lebih mudah diingat. Membaca buku atau cerita dalam bahasa asing juga bisa membantu menambah kosakata.
Selain itu, kita bisa mencoba berpikir secara langsung menggunakan bahasa yang sedang dipelajari. Contohnya, ketika melihat meja, kursi, atau benda lainnya, coba sebutkan nama benda tersebut dalam bahasa asing yang kita pelajari. Dengan cara ini, kita bisa mengurangi kebiasaan menerjemahkan dari bahasa Indonesia terlebih dahulu.
Yang paling penting, menurut saya, adalah jangan takut untuk berbicara. Tidak perlu menunggu sampai lancar baru berani menggunakan bahasa asing. Kita bisa mulai dengan berbicara sendiri, membuat vlog, atau mencoba menggunakan kalimat sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Semakin sering digunakan, lidah kita akan semakin terbiasa.
Kita juga bisa belajar melalui hal-hal yang kita sukai, seperti mendengarkan lagu atau menonton film dalam bahasa asing. Dari sana, kita bisa terbiasa mendengar pengucapan, intonasi, dan cara penggunaan bahasa tersebut dalam percakapan sehari-hari.
Jadi, menurut saya, belajar bahasa asing memang membutuhkan waktu dan kesabaran. Kita pasti akan mengalami kesalahan, merasa bosan, atau bahkan ingin menyerah. Tetapi kalau dilakukan secara konsisten dan memperbanyak praktik, kemampuan kita akan berkembang. Yang terpenting bukan seberapa cepat kita bisa menguasainya, tetapi seberapa mau kita terus belajar dan mencoba.
