Konten dari Pengguna

Trading atau Investasi Jangka Panjang, Mana yang Lebih Sesuai dengan Tujuanmu?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Chinthya Eliro Ningshi Zebua tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber Gambar: Ilustrasi Dibuat Oleh Al
zoom-in-whitePerbesar
Sumber Gambar: Ilustrasi Dibuat Oleh Al

Ketika mulai mengenal dunia investasi, kita mungkin pernah dihadapkan pada dua pilihan: membeli aset untuk diperjualbelikan dalam waktu relatif singkat atau menyimpannya dalam jangka panjang. Keduanya memiliki tujuan dan cara yang berbeda, sehingga tidak selalu cocok untuk setiap orang.

Trading sering menarik perhatian karena menawarkan peluang memperoleh keuntungan dari perubahan harga. Sementara itu, investasi jangka panjang lebih berfokus pada tujuan keuangan yang ingin dicapai dalam waktu lebih lama.

Perbedaan ini terkadang membuat seseorang bingung menentukan pilihan. Ada yang tertarik mencoba trading karena ingin memperoleh keuntungan lebih cepat, sedangkan yang lain memilih investasi jangka panjang karena tidak ingin terlalu sering memantau pergerakan harga.

Sebenarnya, tidak ada satu pilihan yang otomatis paling baik untuk semua orang. Hal yang perlu dipertimbangkan adalah bagaimana masing-masing strategi bekerja, risiko yang menyertainya, dan kesesuaiannya dengan tujuan keuangan kita.

Trading dan Investasi Jangka Panjang, Apa Bedanya?

Secara sederhana, trading merupakan aktivitas membeli dan menjual aset untuk memanfaatkan perubahan harga. Pelakunya disebut trader, yang biasanya memperhatikan pergerakan harga dan mencari peluang transaksi dalam jangka waktu relatif singkat.

Sementara itu, investasi jangka panjang dilakukan dengan tujuan memiliki atau menyimpan aset selama periode yang lebih lama. Investor umumnya mempertimbangkan potensi perkembangan nilai aset dan kesesuaiannya dengan tujuan keuangan yang ingin dicapai.

Sebagai contoh, seseorang membeli saham dan berencana menjualnya ketika harga mencapai target tertentu dalam beberapa hari atau minggu. Pendekatan tersebut dapat termasuk trading.

Berbeda dengan seseorang yang membeli saham berdasarkan pertimbangan terhadap kondisi perusahaan dan berencana menyimpannya selama beberapa tahun. Pendekatan ini lebih dekat dengan investasi jangka panjang.

Meskipun demikian, jangka waktu saja tidak selalu menentukan apakah suatu aktivitas termasuk trading atau investasi. Tujuan pembelian, strategi yang digunakan, dan cara mengambil keputusan juga perlu diperhatikan.

Keduanya sama-sama melibatkan risiko. Perbedaannya terletak pada pendekatan, jangka waktu, dan cara seseorang mengelola keputusan yang diambil.

Ingin Cepat Untung, tetapi Sudah Siap dengan Risikonya?

Sumber Gambar: Ilustrasi Dibuat Oleh Al

Salah satu alasan seseorang tertarik melakukan trading adalah adanya peluang memperoleh keuntungan dari perubahan harga dalam waktu relatif singkat.

Namun, peluang tersebut juga disertai risiko. Harga aset dapat bergerak berlawanan dengan perkiraan, sehingga trader bisa mengalami kerugian jika keputusan yang diambil tidak sesuai dengan kondisi pasar.

Trading juga membutuhkan perhatian terhadap pergerakan harga, informasi yang relevan, dan waktu untuk mengevaluasi keputusan. Semakin aktif seseorang melakukan transaksi, semakin penting pula memahami biaya transaksi serta dampaknya terhadap hasil akhir.

Penelitian yang dilakukan oleh Muhamad Regi dan diterbitkan dalam EDU SOCIATA: Jurnal Pendidikan Sosiologi pada 2025 membandingkan tingkat kecemasan investor dan trader ketika menghadapi penurunan harga di pasar modal Indonesia.

Penelitian tersebut melibatkan 502 responden, terdiri atas 251 investor dan 251 trader. Hasilnya menunjukkan adanya perbedaan tingkat kecemasan yang signifikan antara kedua kelompok. Trader dalam penelitian tersebut memiliki rata-rata tingkat kecemasan lebih tinggi dibandingkan investor.

Temuan ini memberikan gambaran bahwa aktivitas trading dapat menghadirkan tekanan psikologis tersendiri ketika harga bergerak turun. Namun, hasil tersebut tidak berarti semua trader akan mengalami kecemasan yang sama.

Karena itu, sebelum memilih trading, seseorang perlu mempertimbangkan bukan hanya potensi keuntungan, tetapi juga kesiapannya menghadapi perubahan harga dan kemungkinan kerugian.

Sumber jurnal: Regi, M. (2025). Perbedaan Tingkat Kecemasan Antara Investor dan Trader Dalam Menghadapi Penurunan Harga di Pasar Modal Indonesia.

Baca jurnalnya di sini: https://share.google/yEn6ATvkcsq3nynKU

Investasi Jangka Panjang Bukan Berarti Bebas Risiko

Berbeda dengan trading yang cenderung berfokus pada perubahan harga dalam waktu lebih singkat, investasi jangka panjang memberikan ruang bagi investor untuk mengejar tujuan keuangan dalam periode yang lebih lama.

Misalnya, seseorang membeli aset dengan tujuan mengembangkan dana untuk kebutuhan beberapa tahun mendatang. Ia tidak selalu harus menjual aset hanya karena terjadi perubahan harga dalam jangka pendek, selama keputusan tersebut masih sesuai dengan tujuan dan pertimbangan investasinya.

Namun, bukan berarti investasi jangka panjang dapat dibiarkan tanpa evaluasi. Nilai aset tetap dapat turun, kondisi perusahaan dapat berubah, dan keadaan ekonomi bisa memengaruhi pasar.

Karena itu, investor tetap perlu memahami aset yang dimiliki dan mengevaluasi apakah investasi tersebut masih sesuai dengan rencana awal.

Penelitian Lita dan Susilawati (2024) berjudul Strategi Investasi Jangka Panjang: Memilih antara Investasi Riil dan Investasi Keuangan membandingkan investasi emas dan saham dari sisi strategi, risiko, serta potensi hasilnya.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa emas dan saham memiliki karakteristik yang berbeda. Emas dinilai memiliki keunggulan dalam kestabilan relatif, sedangkan saham menawarkan potensi pertumbuhan modal yang lebih tinggi dengan risiko fluktuasi yang lebih besar.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa pilihan investasi perlu mempertimbangkan karakteristik aset dan tujuan investor, bukan sekadar melihat potensi keuntungan.

Sumber jurnal: Lita & Susilawati (2024). Strategi Investasi Jangka Panjang: Memilih antara Investasi Riil dan Investasi Keuangan.

Baca jurnalnya di sini: https://share.google/tN03OsEPMCykW8GXM

Jangan Memilih Hanya karena Mengikuti Orang Lain

Ketika trading sedang ramai dibicarakan, seseorang mungkin tertarik mencobanya karena melihat orang lain membagikan keuntungan. Begitu pula ketika investasi jangka panjang dianggap lebih aman, seseorang bisa saja langsung memilihnya tanpa memahami cara kerjanya.

Padahal, kondisi setiap orang berbeda. Ada yang memiliki cukup waktu untuk memantau pasar, sedangkan yang lain memiliki kesibukan sehingga tidak bisa terus mengikuti perubahan harga.

Ada pula orang yang memiliki tujuan keuangan dalam waktu dekat dan orang lain yang sedang mempersiapkan kebutuhan jangka panjang.

Perbedaan tersebut membuat pilihan strategi perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Sebelum menentukan pilihan, ada baiknya kita bertanya kepada diri sendiri: apakah memiliki cukup waktu untuk mempelajari dan memantau transaksi? Seberapa besar risiko yang sanggup ditanggung? Kapan dana tersebut akan dibutuhkan?

Pertanyaan sederhana ini dapat membantu kita menilai apakah trading atau investasi jangka panjang lebih sesuai dengan kondisi yang dimiliki.

Jangan sampai keputusan diambil hanya karena ingin memperoleh hasil seperti orang lain, tanpa memahami risiko yang mungkin muncul.

Bagaimana Menentukan Pilihan yang Sesuai?

Tidak perlu terburu-buru memilih trading atau investasi jangka panjang hanya karena salah satunya sedang populer. Ada beberapa hal yang dapat dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan.

Pertama, tentukan tujuan keuangan. Jika ingin menggunakan dana dalam waktu dekat, pertimbangkan kebutuhan likuiditas dan risiko kehilangan nilai. Jika tujuannya untuk jangka panjang, pelajari instrumen yang sesuai dengan jangka waktu tersebut.

Kedua, pahami kemampuan menghadapi risiko. Trading maupun investasi jangka panjang dapat mengalami kerugian. Pastikan keputusan yang diambil sesuai dengan kondisi keuangan dan kemampuan menanggung risiko.

Ketiga, pertimbangkan waktu dan pengetahuan yang dimiliki. Trading membutuhkan perhatian terhadap peluang transaksi dan pergerakan harga. Investasi jangka panjang juga membutuhkan pemahaman terhadap aset serta evaluasi berkala, meskipun pendekatannya berbeda.

Keempat, pelajari instrumen sebelum menggunakannya. Jangan membeli aset hanya karena sedang ramai dibicarakan atau karena ada orang yang mengaku memperoleh keuntungan besar. Pahami cara kerja, risiko, dan biaya yang mungkin timbul.

Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut, kita dapat mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan dan pemahaman sendiri, bukan semata-mata mengikuti tren.

Tidak Harus Memilih yang Terlihat Paling Menguntungkan

Trading dan investasi jangka panjang memiliki pendekatan yang berbeda. Trading berfokus pada peluang dari perubahan harga dalam waktu relatif singkat, sedangkan investasi jangka panjang lebih menekankan tujuan kepemilikan aset dalam periode yang lebih lama.

Keduanya memiliki peluang dan risiko masing-masing. Trading tidak menjamin keuntungan cepat, sedangkan investasi jangka panjang juga tidak menjamin bahwa nilai aset akan selalu meningkat.

Karena itu, keputusan tidak seharusnya hanya didasarkan pada seberapa cepat keuntungan bisa diperoleh. Tujuan keuangan, jangka waktu, kondisi keuangan, dan kemampuan menghadapi risiko perlu menjadi pertimbangan utama.

Pada akhirnya, strategi yang sesuai bukanlah strategi yang paling sering dibicarakan atau terlihat paling menguntungkan bagi orang lain, melainkan strategi yang dapat dipahami dan dijalankan sesuai dengan kebutuhan kita.

Sebab, dalam mengelola uang, memahami alasan di balik setiap keputusan sama pentingnya dengan menentukan investasi yang ingin dipilih.