Konten dari Pengguna

Mahasiswa UNDIP : Sukseskan Kampung Bebas Asap Rokok Engga Harus Ribet!

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Arya Puja tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar 1. Pemberian Tanda Untuk Lokasi Pojok Rokok pada Ketua RW 10 Desa Sangkrah, Surakarta.
zoom-in-whitePerbesar
Gambar 1. Pemberian Tanda Untuk Lokasi Pojok Rokok pada Ketua RW 10 Desa Sangkrah, Surakarta.

(Surakarta, 2025) Program Kampung Bebas Asap Rokok (KBAR) di desa - desa yang ada di Indonesia merupakan sebuah hal yang sangat marak dilakukan. Namun setiap desa memiliki kekhasan dan keunikan masing - masing dalam menjalankan dan mengaplikasikan Kampung Bebas Asap Rokok.

Ada kampung yang benar - benar melarang melakukan aktivitas merokok, namun ada juga kampung yang melaksanakannya dengan menyediakan tempat khusus bagi warga yang ingin merokok dan tidak merokok sembarangan (Salah satunya seperti yang dilakukan di Desa Sangkrah, Pasar Kliwon, Surakarta).

Dalam mengembangkan beberapa program KBAR ini, tentunya baik dari ketua RW ataupun RT akan menghadapi berbagai macam tantangan dan kesulitan.

  • Mulai dari tantangan keuangan untuk membuat posko khusus merokok.

  • Warga yang terkadang melanggar peraturan merokok yang sudah dibuat.

  • Beberapa pihak yang tidak setuju dengan peraturan yang dibuat.

  • Posko khusus merokok yang kurang terlihat dan nampak.

Dari beberapa permasalahan tersebut, setelah kelompok KKN Tim 1 UNDIP melakukan survey di RW 10 Desa Sangkrah diketahui bahwa permasalahan ke-4 dan terkadang ke-2 menjadi permasalahan yang sering terjadi. Hal ini sesuai dengan yang diucapkan ketua RW 10

Jadi memang disini (RW 10) Alhamdulillah kita sudah mampu menyediakan pojok rokok di beberapa RT di RW 10. Namun tantangannya kita lebih kepada bagaimana menyempurnakan pojok rokok tersebut agar lebih terlihat oleh masyarakat dan memotivasi masyarakat agar patuh pada program KBAR ini.

Sehingga tim KKN 1 UNDIP berencana membuatkan MMT dan menyempurnakan posko - posko pojok rokok di RW 10 serta memberikan edukasi Psikologis agar dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mematuhi program KBAR.

Gambar 2. Proses Pemasangan Poster di Tempat Pojok Rokok Sebagai Sarana Edukasi Psikologis Sehingga Dapat Meningkatkan Motivasi Masyarakat RW 1O untuk Menyukseskan Program KBAR.
Gambar 3. Penyempurnaan Posko Pojok Rokok Agar Lokasi Lebih Dikenal Oleh Masyarakat.

Dari seluruh kegiatan tersebut diharapkan seluruh warga RW 10 Desa Sangkrah dapat menjalankan seluruh program KBAR (Kampung Bebas Asap Rokok) sesuai prosedur sehingga manfaat baik bagi perokok maupun non - perokok dapat dirasakan.